Scroll untuk baca artikel
Nasional

Hidrogen Jadi Sumber Energi Baru Sektor Industri

4951
×

Hidrogen Jadi Sumber Energi Baru Sektor Industri

Sebarkan artikel ini
Hidrogen Jadi Sumber Energi Baru Sektor Industri
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier.

JAKARTA, Kobra Post Online – Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, hidrogen akan menjadi sumber energi baru sektor industri.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian melalui Dirjen ILMATE telah menyelenggarakan seminar sehari. Dengan tema “Seminar Hidrogen untuk Industri : Tantangan dan Peluang dalam Mendukung Kemandirian Industri”.

“Kegiatan tersebut kami harapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mendukung pemanfaatan hidrogen sebagai energi baru dan pengembangan industri berbasis clean energy. Lalu tersusunnya regulasi dan roadmap aplikasi hidrogen untuk industri,” katanya di Jakarta, Rabu (30/3).

Menurutnya, energi merupakan jantung dari daya saing industri nasional. Sebab, industri merupakan sektor lahap energi di Indonesia, baik berupa listrik, gas, batubara hingga minyak mentah.

Taufiek mengemukakan, pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim (COP26). Presiden Joko Widodo berkomitmen dalam penanganan perubahan iklim dengan target penurunan emisi (Net Zero Emissions) di Indonesia. Di antaranya dengan mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan pengembangan industri berbasis clean energy.

“Hal ini karena ada potensi kekurangan supply energi di masa depan. Sehingga akan memengaruhi ketersediaan energi sebagai bahan baku atau bahan penolong di sektor Industri,” ungkapnya.

Energi Domestik Terus Menurun

Apalagi, tambahnya, ketersediaan energi domestik pada tahun 2030 diperkirakan hanya mampu memenuhi 75% permintaan energi nasional. Dan akan terus menurun hingga sekitar 28% pada tahun 2045.

Bahkan, Taufiek lanjut, dengan kondisi keterbatasan energi fosil di masa depan, perlu adanya upaya untuk pemenuhan sumber energi baru yang memadai dan andal.

“Yang akan memberikan multiplier effect luar biasa dalam mendukung daya saing industri, menarik minat investasi, dan tumbuhnya industri dalam negeri. Salah satu EBT yang akan berkembang pesat adalah hidrogen,” ujarnya.

Baca juga : Kemenperin Akan Selenggarakan Pendidikan Vokasi ‘Dual System’

Menurut Taufiek, hidrogen adalah masa depan energi bagi industri, dan akan menjadi game changer dari energi dunia yang akan menggantikan energi fosil dan batubara. Karena hidrogen merupakan pembawa energi (energy carrier/energy factor transition) yang dapat menyimpan, memindahkan, dan menyalurkan energi dari sumber lain.

“Selain itu, pertimbangan pengembangan hidrogen adalah rendahnya biaya produksi di masa depan,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, biaya produksi green hydrogen mencapai USD2,5-4,5 per kg pada tahun 2019, dan di proyeksi menjadi USD1-2,5 per kg pada tahun 2030. “Ini akan turun hingga tiga kali lipat pada tahun 2050,” imbuhnya.

Dengan demikian, Taufiek menilai, hidrogen sebagai bahan bakar akan semakin ekonomis dan populer di masa mendatang. Dengan peluang ini, Kemenperin siap menginisiasi pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi pada sektor industri pembangkit listrik, logam, makanan, dan bahkan industri semikonduktor di masa yang akan datang.

“Selain itu, hidrogen dapat dimanfaatkan dalam cell baterai, untuk aplikasi kendaraan bermotor, truk, kapal, kereta api bahkan pesawat udara. Peluang ini harus kita sikapi dengan menyiapkan kemanpuan, baik dari sisi teknologi maupun dari sumber daya manusia. Artinya, pemanfaatan hidrogen akan meningkatkan daya saing bagi nilai tambah industri,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *