KENDAL, Kobra Post Online – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) akan menyelenggarakan pendidikan vokasi dual system.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan mengungkapkan hal itu pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Tentang Penyediaan, Penyiapan dan Penyaluran Tenaga Kerja Kompeten di Kawasan Industri Kendal. Antara BPSDMI Kemenperin dengan Pemerintah Singapura, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Pengelola Kawasan Industri Kendal.
Program pendidikan ini, lanjut Arus Gunawan, untuk mendukung keberlangsungan kinerja Kawasan Industri Kendal (KIK) dan seluruh tenantnya.
“Kemenperin melalui BPSDMI bertekad untuk konsisten mendukung penyediaan sumber daya Mmnusia (SDM) industri yang kompeten,” katanya di Kendal, Kamis (24/03).
Kepala BPSDMI mengungkapkan, pihaknya akan menyelenggarakan pendidikan vokasi itu di 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas milik Kemenperin. Selain itu, melaksanakan Program Pendidikan Diploma 1 yang bersifat tailor made. Sesuai kebutuhan industri yang lulusannya langsung bekerja di industri. Serta Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja).
“Membangun industri harus seiring dengan upaya membangun SDM yang berkualitas. Karena sebagai salah satu kunci keberhasilannya,” ungkapnya.
Arus menambahkan, sejak beroperasinya KIK pada tahun 2018, Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di kawasan tersebut. Untuk mendorong pertumbuhan investasi industri melalui penyediaan tenaga kerja industri lokal yang kompeten. Dan memberdayakan SDM lokal sesuai kebutuhan dunia industri.
Di sisi lain, Bupati Kendal Dico M Ganinduto memberikan apresiasi kepada BPSDMI Kemenperin yang telah turut berperan membangun kualitas SDM setempat melalui pelatihan dan pendidikan vokasi.
“Ini dilakukan dalam rangka berkolaborasi terhadap pengembangan SDM industri yang kompeten. Seiring masuknya investasi di KIK dan terbukanya lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Desmond Lee menyatakan, sebuah kemajuan yang mengesankan baik di bidang infrastruktur, jalan, maupun bisnis dan pabrik atau perusahaan yang ada, setelah meilihat perkembangan KIK. Capaian tersebut menjadi modal bagus untuk menarik lebih banyak lagi investasi ke Kendal.
Baca juga : Raih Laba Bersih Rp6,17 Triliun di 2021, PKT Catat Sejarah
“Kuncinya, menciptakan lingkungan investasi yang baik dengan memberikan banyak kesempatan peluang kerja dari KIK. Masyarakat Kendal berkesempatan untuk mempelajari keterampilan yang relevan dalam bisnis di KIK. Sehingga mereka bisa di latih keterampilan yang dapat memberikan mereka pekerjaan,” paparnya.
Hingga Maret 2022, KIK telah memiliki sebanyak 72 tenant dengan nilai investasi mencapai Rp22,9 triliun. Adapun industri yang menampati di antaranya dari sektor industri fesyen, furnitur, elektronik, makanan dan minuman, serta kemasan.
Para investor tersebut berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Hongkong, dan negara lainnya. Perkembangan investasi ini tidak lepas dari dukungan Kemenperin yang telah mendirikan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal.
Reporter : Rangga A.












