Dunlop Aircraft Tyres Akan Bangun Industri Ban Pesawat di Karawang

oleh -2.347 views
Dunlop Aircraft Tyres
Dunlop Aircraft Tyres

JAKARTA, Kobrapostonline.com – Dunlop Aircraft Tyres akan membangun industri ban pesawat terbang baru dan vulkanisir di Karawang, Jawa Barat dengan nilai investasi awal sekitar Rp.1 triliun.

“Kami menyambut baik dengan adanya rencana investasi retreading dan produksi ban pesawat terbang dari Dunlop Aircraft Tyres. Kita ketahui, Dunlop adalah pemain besar, termasuk untuk memproduksi ban pesawat terbang,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta. Kamis (07/11/219).

Menurut Menperin, Dunlop Aircraft Tyres akan menggandeng PT. Rubberman Indonesia sebagai mitra bisnisnya.

“Pada tahap pertama, pabrik ban vulkanisirnya diproyeksi bisa beroperasi dalam waktu 18 bulan kedepan. Setelah itu, mereka membangun fasilitas untuk memproduksi ban yang baru,” jelasnya.

Agus menjelaskan, Dunlop Aircraft Tyres merupakan salah satu produsen ban pesawat global yang berasal dari Inggris. Mereka mempunyai pabrik di China untuk melayani konsumennya di wilayah Asia Pasifik. Sedangkan, PT. Rubberman Indonesia merupakan industri ban vulkanisir dengan memiliki lebih dari 25 pabrik yang lokasinya tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Menperin itu juga menyampaikan, rencana investasi tersebut menjadi sinyal baik bagi Indonesia ditengah kelesuan ekonomi global. Di samping itu, menandakan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan utama investasi bagi perusahaan kelas dunia.

“Salah satu nilai plus dari Indonesia, selain punya pasar domestik yang besar adalah menjadi bagian terpenting ditingkat regional. Kami harapkan, investasi ini bisa menarik perusahaan-perusahaan dari Singapura dan Malaysia untuk melakukan retreading ban di Indonesia,” paparnya.

Baca juga : Kemenperin Pacu Transformasi Industri 4.0

Investasi pembangunan pabrik ban, lanjut Agus, yang merupakan komponen pesawat tersebut berpotensi pula untuk memacu pertumbuhan sektor industri dan ekonomi nasional. Hal ini seiring pertumbuhan disektor transportasi udara yang kian meningkat dengan dibangunnya beberapa bandara yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Apalagi, industri pesawat ini secara konsisten tumbuh sebesar 6 persen, yang terjadi selama 10-20 tahun terakhir. Jadi, pertumbuhannya stabil, karena memang potensinya sangat besar sekali,” ungkapnya.

Selain itu, adanya fasilitas pabrik ini, akan berpengaruh pada efisiensi biaya perawatan atau vulkanisir ban pesawat yang digunakan oleh maskapai Indonesia. Sebab, sampai saat ini, seluruh ban yang digunakan oleh maskapai di Indonesia divulkanisir di China, Hongkong dan Thailand. Disisi lain, lokasi Indonesia yang berada di jalur Asia Pasifik memungkinkan untuk meraih pasar Australia dan Selandia Baru.

Guna merealisasikan investasi ini, Kemenperin akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung percepatan perizinan dan pemberian insentif.

“Kami sudah berbicara dengan Kepala BKPM untuk mem-follow up. Kami juga mendorong keterlibatan dari maskapai dalam negeri untuk berpartisipasi pada rencana investasi tersebut,” tandasnya.

Reporter : Rangg A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *