Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Dua Pedagang Basreng Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Cilember

1163
×

Dua Pedagang Basreng Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Cilember

Sebarkan artikel ini
Dua Pedagang Basreng Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Cilember
Evakuasi dua korban yang tertimbun.

BOGOR, Kobra Post Online – Nasib naas menimpa pedagang basreng di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, tewas tertimbun longsor di kawasan wisata air terjun Curug Cilember, pada Senin (20/3) sekitar pukul 12.45 WIB.

Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin mengatakan,  dua korban bernama Bustomi (32) dan Pipih. Keduanya pedagang basreng kakak beradik.

Jalal menturkan, peristiwa longsor itu berawam menimpa sebuah warung yang berada di dekat Curug Cilember, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Seluruh Korban Longsor Empang Berhasil di Evakuasi

Satu unit warung berbentuk saung itu diterjang longsor dari tebing setinggi 8 meter dengan panjang 1,5 meter. Saat itu, kata Jalal, sedang hujan deras. Dua pedagang basreng itu kemudian berteduh. Naas, saat sedang berteduh korban tertimbun.

“Penyebab longsor hujan dengan intensitas tinggi. Tebingan parkiran wisata air terjun Curug Cilember longsor hingga menimpa warung dan2 pedagang yang sedang berteduh tertimbun,” ungkapnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Kunjungi Lokasi Longsor

Sementara itu, Kapolsek Megamendung, AKP Edy Santosa menambahkan, korban dievakuasi oleh masyarakat dan dilarikan ke Rumah Sakit Pulmonary Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cibereum, Cisarua, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Personil Polsek Megamendung dan Koramil juga perangkat desa, Kecamatan Megamendung mendatangi TKP. Dan melihat benar adanya longsor yang mengakibatkan adanya dua orang korban, pihak keluarga korban telah diberitahukan dan menerima bahwa ini sebuah ujian cobaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *