BOGOR, Kobra Post Online – Pasca longsor yang terjadi di Kampung Warung Bandrek (Warban) RT 01 RW 05 Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor pada 17 April 2025 lalu, belum ada penanganan dari Pemerintah Kota Bogor untuk mencegah terjadinya longsor susulan.
“Bapak pejabat tolong tengok sudah hampir mau 2 bulan,” tulis akun Instagram @adengnurdiansah dalam postingannya.
Dalam akun Instagram itu disebutkan, terjadi longsor di Kampung Warung Bandrek RT 01 RW 05 Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan pada 17 April 2025, kemudian terjadi lagi longsor ke dua pada 14 Mei 2025.
Longsor terjadi akibat bentengan sungai Cipakancilan jebol, 7 rumah terdampak, 1 rumah rata dengan tanah, 3 rumah tertutup karena tidak ada akses jalan dan sangat memprihatinkan.

“Tolong pak agar di tinjau, carikan solusi atau perbaikan. Sampai saat ini pergerakan tanah terus terjadi dan hanya ditutup terpal,” tulisnya yang disertakan dengan postingan vidio kondisi lokasi longsor.
Baca juga: Longsor di Warban Bogor Selatan, 2 Korban Berhasil Diselamatkan
Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin saat dikonfirmasi Kobra Post Online mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) ke Dinas PUPR.
“Pihak PUPR sudah menijau lokasi. Sabar kita tunggu realisasinya,” kata Irman.
Diberitakan Kobra Post Online sebelumnya, longsor tiba-tiba meruntuhkan satu unit rumah warga di Kampung Warung Bandrek RT 01 RW 05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Kamis (17/4) pagi.
Dalam insiden tersebut, dua orang warga yang tertimbun berhasil diselamatkan. Ke dua orang korban yaitu nenek dan cucunya, Titin Sutini (61) dan Fitria (13) mengalami luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Vania Sukasari. Musibah longsor ini menimpa rumah warga yang dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dan 8 jiwa.









