Soni berharap, Program Genius ini dapat berkesinambungan sampai di tahun 2024 nanti. Selain sosialisasi, DKPP Kota Bogor mengadakan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Balumbangjaya.
“Gerakan Pangan Murah sebetulnya sinergi dengan sosialisasi ini, bagaimana masyarakat bisa berbelanja pangan yang murah. Kalau mendapatkan pangan yang murah bisa menyajikan makanan di rumah dengan leluasa,” jelasnya.
Menurut Soni, jika masyarakat berbelanja bahan pangan di Gerakan Pangan Murah ini, bisa lebih hemat dibandingkan belanja di pasar. Adapun yang dijual yakni beras dengan harga Rp 54 ribu per lima kilo, daging ayam Rp 32 ribu per kilo, bawang putih Rp 20 ribu, gula Rp 14 ribu, dan minyak goreng Rp 14 ribu.
“Itu semuanya murah. Bawang putih di pasar itu Rp25 ribu kita jual Rp20 ribu, bombay di pasar Rp35 ribu kita jual Rp20 ribu juga. Jadi kita menyediakan seluruh bahan pangan yang murah,” terangnya.

Baca juga: Ada Raja dan Ratu Pada Pelepasan Siswa SDN Balungbang Jaya 3
Sementara itu, Kepala SDN Balungbang Jaya 3, Wulan Ratna Ningrum mengatakan, sebagai sekolah penerima Program Genius merasa bersyukur. Sekolahnya terpilih dari satu Kota Bogor.
“Awalnya disurvei terlebih dahulu, saya pikir tidak terpilih karena memang ada poin yang masuk kriteria. Ternyata alhamdulilah SDN Balungbang Jaya 3 masuk jadi kami sangat antusias sekali,” kata Wulan.
Wulan melanjutkan, dengan adanya Program Genius ini dapat menjadikan perbaikan gizi untuk anak-anak. Karena, menurutnya anak-anak setiap membawa bekal sekolah yaitu mie, atau makanan yang kurang sehat.
“Mungkin nanti mulai hari Senin besok sampai dua bulan kedepan, akan diberikan kudapan oleh DKPP Kota Bogor untuk seluruh siswa di SDN Balungbang Jaya 3,” tuturnya.












