Scroll untuk baca artikel
Nasional

Distribusi MGC Bersubsidi Penuhi Kebutuhan Nasional

1941
×

Distribusi MGC Bersubsidi Penuhi Kebutuhan Nasional

Sebarkan artikel ini
Distribusi MGC Bersubsidi Penuhi Kebutuhan Nasional
Minyak Goreng Curah

JAKARTA, Kobra Post Online – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan distribusi Minyak Goreng Curah (MGC) sudah memenuhi kebutuhan nasional.

“Hingga 27 April 2022 pukul 13.45 WIB, data rekapitulasi SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah) menunjukkan distribusi minyak goreng curah mencapai 193.467 ton selama 27 hari pada April 2022. Atau rata-rata 7.165 ton per hari,” katanya di Jakarta, Rabu (27/4).

Artinya, sambung Agus, dari angka itu rata-rata distribusi MGC bersubsidi sudah dapat memenuhi kebutuhan secara nasional sebanyak 7.000 ton per hari.

“Meskipun distribusinya sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil. Kami terus aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor untuk memantau langsung pelaksanaan sirkulasinya di lapangan. Hal ini sebagai verifikasi atas data laporan penyaluran melalui SIMIRAH,” ungkapnya.

Terkait larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya, Menperin memperkirakan manfaat yang cukup signifikan bagi kinerja industri pengolahan kelapa sawit dalam negeri. 

“Porsi minyak goreng yang awalnya dialokasikan untuk ekspor akan dialihkan untuk memenuhi pasar dalam negeri. Sehingga ketersediaan minyak goreng menjadi meningkat,” jelasnya.

Ia menyampaikan, walaupun ada larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, petani sawit tetap dapat melakukan ekspor CPO.

“Pelarangan ekspor yang diarahkan Presiden ini merupakan upaya untuk menyediakan pasokan minyak goreng di dalam negeri. Khususnya implementasi program minyak goreng curah bersubsidi,” ucap Agus.

Baca juga : Menperin: Industri Minyak Goreng Wajib Lapor di SIMIRAH

Kemenperin mencatat bahwa pada tahun 2021, ekspor RBD Palm Olein (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) atau Minyak Goreng sawit mencapai 12,7 Juta Ton. Sedangkan ekspor CPO (Crude Palm Oil) mencapai 2,5 Juta Ton, dan ekspor RPO (Refined Palm Oil) mencapai 7,5 Juta Ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *