Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

KNPI Desak Pemkot Bogor Selesaikan Janji Politik Bima-Dedie

468
×

KNPI Desak Pemkot Bogor Selesaikan Janji Politik Bima-Dedie

Sebarkan artikel ini
KNPI Kota Bogor.

BOGOR, Kobra Post Online – Ratusan pemuda-pemudi gabungan organisasi kepemudaan yang bernaung di KNPI Kota Bogor mempertanyakan belum maksimalnya program pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Bima Arya-Dedie A. Rachim.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfarabi menyebut, pernyataan sikap tersebut merupakan klimaks dari penilaian kinerja jajaran Kepala Dinas Pemkot Bogor.

Menurut Sapta, sebagai pemimpin seharusnya Bima Arya memprioritaskan terlebih dahulu janji-janji politiknya, yang telah dituangkan dalam program kerjanya selama menjabat.

“Kami tahu persis apa programnya dan apa saja yang tidak terealisasi. Hari ini kami sampaikan ke publik, agar seluruh warga Bogor tahu persis seperti apa faktanya,” kata Sapta Bela dalam konferensi Pers  Jumat (22/12).

Dari catatan KNPI, kata Sapta, Walikota Bogor belum menyelesaikan janjinya yang telah tertuang resmi dalam program kerja Pemkot Bogor.

“Pada Periode 2014-2019, program Bus Sekolah dan pembangunan kantor KPUD Kota Bogor sama sekali tidak terealisasi,” ujarnya.

Baca juga: Meski Sudah Pamit, Bima-Dedie Akan Memimpin Kota Bogor Hingga April 2024

Lebih lanjut Sapta Bela memaparkan, pada Program Bogor Lancar, Pemkot Bogor belum menyelesaikan Konversi Angkot.

Sehingga menyebabkan kesemrautan lalulintas di ruas jalan di Kota Bogor masih terjadi dan menyiksa pengguna jalan.

“Lalu pembangunan Fly Over Kebon Pedes yang jelas-jelas sangat dibutuhkan masyakarat. Dan pembangunan Gedung Parkir di Pusat Kota Bogor, hanya menjadi omong besar tanpa realisasi,” ujarnya.

Belum lagi soal penuntasan Sarana Transportasi di Terminal Baranangsiang dan Stasiun LRT hingga kini mangkrak tanpa kabar.

Baca juga: Presiden Jokowi Amini Bima Arya Terkait Konsep Keberlanjutan

Pada Program Merenah, kata Sapta, Bima Arya belum menyelesaikan pembangunan Pusat Kuliner di tiap kecamatan sebagaimana janjinya.

Pada Program Motekar, Bima Arya menjanjikan menciptakan 20 ribu lapangan kerja baru berkonsep kolaborasi pengusaha, UMKM dan profesional. “Namun hingga detik ini, kenyataannya nol besar,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *