Menanggapi hal ini Pamong Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Uci Sanusi mengatakan bahwa penampilan Barongsai dan Kesenian Betawi perwakilan dari kecamatan. Kebetulan di kecamatan Bogor Tengah ada masyarakat Tionghoa dan di wilayah Tanah Sareal terdapat Betawi ora.
“Jadi ini hanya semata-mata keragaman masyarakat Kota Bogor,” jelas Uci.
Salah satu Penggiat Kebudayaan, Rachmat Iskandar menambahkan bahwa kebudayaan di Bogor beragam. Sejak dulu sudah ada Eropa, Tionghoa, Arab, dan pribumi sendiri yaitu Sunda.
“Jadi tidak ada salahnya dalam Helaran ditampilkan Barongsai dan Kesenian Betawi, maupun Arab,” ujarnya.
Diketahui, helaran HJB ke 540 kembali digelar setelah dua tahun terhenti akibat Pandemi Covid-19. Pesta tahunan ini terlihat meriah dan disambut suka cita warga.
Baca juga : HJB, Antara Pesta Rakyat dan Pejabat
Nampak jelas wajah-wajah semringah warga menyaksikan iring-iringan helaran seni budaya yang dimulai dari Balai Kota Bogor. Dari lokasi itu, iring-iringan ini menujua Jalan Kapten Muslihat sampai ke Alun-alun Kota Bogor.
Para penari memeriahkan iring-iringan helaran di barisan paling depan. Rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat yang kompak memakai pakaian adat tradisional mengekor di belakangnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Wakilnya, Dedie A. Rachim beserta Muspida terlihat mengikuti dengan kudanya di belakang rombongan para kepala OPD. Penampilan Bima dan Dedie seketika membuat heboh warga ketika melintas di Jalan Kapten Muslihat. Warga yang sudah berjajar di kiri kanan jalan langsung melambaikan tangan dan beberapa di antaranya bersalaman langsung dengan Bima.












