Atas banyaknya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir, Adit berharap DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor bisa lebih meningkatkan ikhtiar dalam memastikan keamanan warga dalam segi penanggulangan bencana yang diawali dengan perencanaan pembangunan yang memperhatikan kondisi wilayah.
“Walaupun kita sudah paham bersama Kota Bogor ini kota hujan, saya pikir kedepan arah pembangunan kita memang harus menyelesaikan masalah potensi bencana akibat curah hujan tinggi, terutama masalah drainase saluran air agar lebih tidak membayakan seperti yang terjadi sekarang,” ujar Adit.

Baca juga: Tiga Orang Masih Tertimbun Longsor, Anjing Pelacak diterjunkan ke Gang Barjo
Sedangkan, Atang menilai perlu dilakukan percepatan proses birokrasi secepatnya untuk membantu warga yang terdampak agar bisa segera diintervensi dengan BTT yang sudah dialokasikan.
“Kami dari DPRD Kota Bogor sudah mengalokasikan BTT sebanyak RP25 miliar. Kami berharap anggaran ini bisa dimaksimalkan dan segera digunakan dengan proses yang sesederhana dan secepat mungkin, karena saat ini yang kita butuhkan adalah kecepatan dan kesigapan,” kata Atang.
Setelah meninjau lokasi dan berkordinasi dengan aparatur wilayah setempat, Atang dan Adit melanjutkan ke lokasi bencana di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa.












