Lalu, tambahnya, kesiapan fikriyah adalah kesiapan bagi para pemimpin dari segi pendidikannya. Atang mengingatkan kepada para santri, agar terus mengemban ilmu pendidikan, baik formal maupun non-formal. Karena, setiap pemimpin harus memiliki wawasan luas dan pengetahuan mendalam, agar bisa menentukan kebijakan yang baik serta membawa kemaslahatan bagi umatnya.
“Belajar yang rajin, di pesantren, madrasah, SMK, SMA, karena untuk nanti bekal ke depan setelah belajar,” imbuhnya.
Terakhir, imbuh Ketua DPRD itu, calon pemimpin harus menyiapkan jasadiyah dengan memperbanyak asupan gizi. Karena, jika anak muda sudah terjerumus ke dalam kebatilan, maka akan buyar masa depannya dan sirna pula kesiapan dirinya untuk bisa menjadi seorang pemimpin.
Baca juga : Pemkot dan DPRD Kota Bogor Sepakati Tiga Raperda
“Saya titip jangan sampai masa depan kalian hancur hanya gara-gara sesuatu yang tidak ada untungnya. Hindari miras, narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas. Sekali masuk ke sana buyar semua masa depan kalian. Tapi, kalau kalian nurut sama kyai, Insya Allah akan mendapatkan berkah dan memiliiki masa depan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Atang itu menyampaikan, bahwa peran DPRD dalam mendukung perkembangan para santri di Kota Bogor sudah sangat maksimal. Hal ini digambarkan dengan sudah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaran Pesantren di Kota Bogor pada awal 2022 ini.
“Jadi per Februari kemarin sudah disahkan Perda tentang fasilitasi pesantren dan ini adalah raperda paling cepat yang dibahas oleh DPRD Kota Bogor. Ini artinya DPRD konsen terhadap masalah di pesantren. Mudah-mudahan Perda ini nanti bisa diimplementasikan dengan kebijakan Pemkot, baik regulasi turunannya maupun segi anggaran dan lain-lain,” pungkasnya.












