Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Banyak Intimidasi, Aksi Long March Petani Eks HGU Tybar Terus Berjalan

2662
×

Banyak Intimidasi, Aksi Long March Petani Eks HGU Tybar Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini
Petani Eks HGU Tybar
Puluhan warga Sukabumi tiba di Kota Bogor untuk beristirahat di Tugu Kujang lalu melanjutkan aksi longmarch ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis (27/1/2022). (Foto : Dok. Dadan)

BOGOR, Kobra Post Online – Meski mendapat banyak intimidasi dari para aparat, aksi long march puluhan Petani Eks HGU Tybar Sukabumi terus berjalan.

“Sepanjang perjalanan kami banyak mendapat intimidasi, diminta pulang. Seperti sekarang saja, kami tidak boleh melintasi Istana Bogor oleh para aparat di sini. Padahal kami hanya ingin lewat saja,” ujar Alansyah, tokoh masyarakat Sukabumi di Tugu Kujang, Kota Bogor, Kamis (27/1/2022).

Aksi berjalan kaki 23 orang petani itu mulai dari Cisolok, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi menuju Istana Presiden, Jakarta berlangsung sejak Rabu (26/1/2022).

Alansyah mengatakan, kegiatan ini untuk mencari keadilan terkait dugaan penyerobotan tanah Eks HGU Tybar oleh PT Bumi Suksesindo seluas 292 hektare.

“Kami berjalan kaki ke Jakarta untuk bertemu Presiden di Istana Negara. Kami ingin menyampaikan surat untuk Presiden dan meminta keadilan kepada pemerintah,” katanya.

Sementara itu, koordinator aksi, Sugeng menegaskan aksi ini untuk mencari keadilan. Warga yang seluruhnya para petani ingin menanyakan soal kepastian hukum terkait surat pelepasan hak (SPH) atas lahan eks HGU milik PT Tybar.

“Ada warga yang sudah memiliki sertifikat, tapi bagi yang belum memiliki sertifikat, malah di rampas haknya oleh orang lain. Termasuk tanah yang sudah bersertifikat di garap oleh perusahaan perkebunan dengan menanami pohon pinus, yang kini telah melakukan kegiatan penanaman,” jelas Sugeng.

Petani yang sudah puluhan tahun tinggal di Gunung Kramat itu membeberkan, kasus ini mencuat pada 2021 lalu. Di mana warga telah mendapat lahan seluas 292 hektar.

“Dari jumlah tersebut, lahan seluas 65 hektare sudah mendapat legalitas berupa sertifikat prona atau PTSL. Namun, akhirnya pihak perusahaan melakukan upaya penyerobotan lahan milik warga,” bebernya.

Seluruh warga berharap, lanjut Sugeng, dengan adanya aksi jalan kaki ini. Presiden Jokowi bisa merespons aksi para petani dari Kabupaten Sukabumi.

“Kami hanya ingin mencari keadilan. Aksi jalan kaki dari Cisolok sampai ke Jakarta ini kami perkirakan memakan waktu sekitar tiga hari,” ucapnya.

Baca juga : Angin Puting Beliung Hempas Kota Bogor

“Semoga hari Jumat esok kami sudah sampai di Istana Negara, Jakarta. Harapan kami agar Bapak Presiden Jokowi bisa langsung memberikan kepastian hukum atas tanah yang telah diberikan SPH tersebut. Saat ini warga mayoritas para petani penggarap di lahan Eks HGU PT Tybar dalam kebingungan, karena tanah yang telah lama di kelola dari awal sekarang sudah di tanam pinus,” imbuhnya.

Kontributor      : Dadan

Editor              : Rangga A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *