Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan

23
×

Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Cara kerja PSEL Kota Bogor menggunakan teknologi insinerator modern untuk mengubah sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan

BOGOR, Kobra Post Online – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor mulai menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait dampak lingkungan, potensi pencemaran udara, hingga risiko kesehatan dari proses pembakaran sampah.

Menjawab kekhawatiran tersebut, pihak pengelola memastikan bahwa teknologi yang digunakan dalam proyek PSEL Bogor merupakan sistem insinerator modern dengan standar emisi ketat dan ramah lingkungan.

Director Project and Stakeholder Management Danantara Waste Energy, Maulana Muhammad menjelaskan bahwa teknologi insinerator termal yang digunakan mampu membakar sampah hingga hampir habis tanpa menyisakan limbah dalam jumlah besar.

“Dengan teknologi insinerator termal yang mutakhir ini, 90 sampai 100 persen volume sampah bisa habis dibakar tanpa sisa makro. Ini berbeda dengan teknologi lain seperti RDF atau gasifikasi yang masih menyisakan residu cukup besar,” ujarnya saat sosialisasi di Kantor PWI Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).

Cara Kerja PSEL Bogor: Sampah Diubah Jadi Energi Listrik

Cara kerja PSEL Kota Bogor menggunakan teknologi insinerator modern untuk mengubah sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan

Maulana menjelaskan, proses kerja PSEL dimulai dari pengumpulan sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi atau sulit didaur ulang.

Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ruang pembakaran bersuhu tinggi menggunakan teknologi insinerator modern untuk menghasilkan panas.

Panas hasil pembakaran lalu digunakan untuk memutar turbin yang akan menghasilkan energi listrik. Selanjutnya, listrik tersebut disalurkan ke jaringan PLN sebagai off-taker energi.

Dengan sistem ini, PSEL tidak hanya menjadi solusi pengurangan sampah, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi melalui produksi energi listrik terbarukan.

Sisa Pembakaran PSEL Akan Diolah Jadi Material Konstruksi

Selain menghasilkan listrik, proyek PSEL juga diklaim mampu mengurangi limbah residu secara signifikan.

Sisa pembakaran berupa fly ash dan bottom ash (Faba) tidak langsung dibuang, melainkan diolah kembali menjadi produk turunan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi.

Material tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan paving block hingga material bangunan lainnya.

Langkah ini disebut menjadi bagian dari konsep pengelolaan sampah berkelanjutan yang lebih modern dibanding metode Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional.

PSEL Bogor Diklaim Mampu Kurangi Emisi Karbon

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto mengatakan bahwa penerapan PSEL akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi.

Menurutnya, fasilitas PSEL dengan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari mampu mengurangi sekitar 180 ribu ton emisi karbon dioksida.

Selain itu, penggunaan energi fosil seperti batu bara juga dapat ditekan karena sebagian kebutuhan energi digantikan oleh listrik hasil pengolahan sampah.

“Dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari, kita bisa mengurangi sekitar 180 ribu ton emisi karbon dioksida. Selain itu, penggunaan batu bara sebagai energi fosil juga bisa ditekan secara langsung,” jelas Denni.

DLH Pastikan Emisi Cerobong PSEL Aman

Terkait kekhawatiran masyarakat soal polusi udara, DLH Kota Bogor memastikan emisi yang dihasilkan dari cerobong PSEL berada di bawah ambang batas aman lingkungan.

Denni menegaskan bahwa standar teknologi dan sistem filtrasi yang digunakan dalam proyek ini telah dirancang mengikuti regulasi emisi yang ketat.

“Standar emisinya sangat ketat. Jadi secara teknis aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Pemerintah berharap edukasi mengenai teknologi PSEL dapat membantu masyarakat memahami bahwa sistem pengolahan sampah modern berbeda dengan pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari udara.

PSEL Akan Dibangun di Galuga dan Kayu Manis

Proyek PSEL di Kota Bogor rencananya akan dibangun di dua lokasi berbeda melalui skema kerja sama antardaerah.

PSEL Galuga akan menangani sampah dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, sedangkan PSEL Kayu Manis melibatkan kerja sama antara Kota Bogor dan Kota Depok.

Selain mengolah sampah harian, fasilitas ini juga ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sistem TPA konvensional yang selama ini memicu persoalan bau, pencemaran air lindi, dan keterbatasan lahan.

Pemkot Bogor bersama DLH menyatakan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pemahaman mengenai teknologi pengolahan sampah modern semakin luas dan transparan.

Manfaat PSEL Bagi Kota Bogor di Masa Depan

Cara kerja PSEL Kota Bogor menggunakan teknologi insinerator modern untuk mengubah sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan

Keberadaan PSEL Kota Bogor diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), teknologi ini juga dinilai mampu mendukung program energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.

Dengan sistem pengolahan modern, PSEL juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mengurangi pencemaran akibat penumpukan sampah, serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bogor menilai proyek ini dapat menjadi model pengelolaan sampah modern bagi daerah lain di Indonesia jika berjalan sesuai standar lingkungan dan pengawasan yang ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *