Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Seorang Ibu di Desa Sukaraksa Cigudeg Meninggal Dunia Saat Antre Bansos

3425
×

Seorang Ibu di Desa Sukaraksa Cigudeg Meninggal Dunia Saat Antre Bansos

Sebarkan artikel ini
Seorang Ibu di Desa Sukaraksa Cigudeg Meninggal Dunia Saat Antre Bansos
Suasana pembagian Bansos di Desa Sukaraksa Cigudeg.

BOGOR, Kobra Post Online – Seorang ibu meninggal dunia saat mengambil bantuan sosial (bansos) di kantor Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kamis (1/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Ibu yang diketahui bernama Omik (57) meninggal dunia saat sedang duduk menunggu antrean pembagian bansos. Almarhum adalah bertempat tinggal di Kampung Parakan 3 RT 02 RW 07 Desa Sukaraksa.

Kaur Kesra Desa Sukaraksa, Hambali, membenarkan adanya warga yang meninggal dunia saat pembagian bansos. “Iya betul tadi siang sekitar pukul 10.30 WIB ada seorang ibu meninggal dunia saat menunggu pembagian bansos,” ujar Hambali yang dihubungi Kobra Post Online, Kamis malam.

Baca juga: Bayi Meninggal Dunia, Orang Tua Korban Gugat RS Annisa

Menurutnya, warga yang meninggal dunia memang memiliki riwayat penyakit jantung. “Berdasarkan  keterangan dokter Puskesmas Cigudeg, warga yang meninggal itu komplikasi jantung dan juga sudah lanjut usia yaitu  berusia 57 tahu,” ungkapnya.

Saat pembagian bansos, lanjut Hambali, kondisinya tidak membludak, apalagi saling dorong mendorong. “Pembagian bansos itu sudah diatur waktunya. Ada 1090 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Jadi datangnya tidak bersamaan tapi diatur waktunya sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” terangnya.

Hambali menjelaskan, saat mengambil bansos tidak ada yang mewakili korban. “Ibu Omik memaksakan diri datang ke Kantor Desa. Dari keterangan keluarga, korban sudah ada riwayat penyakit dan sering pingsan,” kata Hambali.

Ia menambahkan, bansos yang dibagikan yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BMM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Nominal  bansos bevariasi  ada Rp900 ribu, Rp1,5 juta dan Rp1,1 juta. Kebetulan almarhumah mendapat BLT BBM sekitar Rp900 ribu,” ujarnya .

Baca juga: Desa Sukaraksa Bangun Jalan Menghubungkan Dua Kampung

Hambali menghimbau kepada warga yang sakit untuk tidak memaksakan diridatang ke kantor desa, karena pengambilan bansos itu bisa diwakilkan. “Sebetulnya desa hanya memfasilitasi karena ini program Kemensos dan pihak Kantor Pos yang menyalurkan langsung ke masyarakat di Kantor Desa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *