BOGOR, Kobra Post Online – Aksi demo mahasiswa tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di Kota Bogor. Aksi demo di Kota Bogor dilakukan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bogor pada Senin (11/4) sore.
Mahasiswa mulai berkumpul di depan Museum PETA Jalan Sudirman, Bogor Tengah sekitar pukul 15.40 WIB. Namun ketika para mahasiswa bergerak menuju depan Istana Bogor dengan berjalan kaki, aparat kepolisian memblokade dengan kawat di depan Starbuck, Jalan Sudirman.
Para pengunjuk rasa melakukan aksi tetrikal dan membakar ban bekas sebagai aksi kekecewaan terhadap pemerintah.
Sempat terjadi ketegangan saat pengunjuk rasa memaksa membuka blokade kawat untuk bergerak mendekati Istana Bogor. Serta sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.
Aksi unjuk rasa berhenti sejenak ketika terdengar suara adzan magrib berkumandang. Para mahasiswa pun melakukan buka puasa bersama di Jalan Sudirman. Sebelum membubarkan diri sekitar pukul 18.40 mahasiswa membacakan tuntutannya.
Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa, Fahreza Berliansyah mengatakan, aksi demo PMII untuk menuntut Presiden Jokowi agar mengevaluasi kinerja para jajaran kabinetnya yang bertanggung jawab dalam memastikan ketersediaan komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seperti bahan pangan pokok murah untuk seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga : Aksi Demo Mahasiswa di Bogor Berlanjut, Kini Giliran UIKA
Juga menuntut serta mendesak Presiden Jokowi agar membatalkan kenaikan PPN/PPH/PBB dan BBM. Karena akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan kebutuhan rakyat Indonesia.
Selain itu, mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum-oknum mafia minyak di Negara Republik Indonesia. Serta mendesak Kapolri agar segera evaluasi anggotanya yang melanggar protap pengendalian massa.












