Sementara itu, Zaenal Ridwan Pengurus DPC Askonas Kota Bogor menambahkan, pihaknya meminta agar membongkar adanya dugaan mafia Pokir di DPRD Kota Bogor.
“Jika kami para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi saja tidak dapat kegiatan Pokir. Lalu kemana proyek-proyek itu pergi?” ungkapnya.

Baca juga: Demo RKUHP 2022, Mahasiswa UIKA Adu Mulut Dengan DPRD
Iwan Telo (panggilan akrab) juga menduga adanya indikasi jual beli proyek Pokir yang dilakukan oknum dewan kepada pengusaha di luar Asosiasi.
“Dewan itu pelayan masyarakat, jangan menjadi pengusaha. Biarkan kami yang jadi pelaksana kegiatan-kegiatan di Kota Bogor,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua BPC Gapensi Kota Bogor, H. Iwan, sangat kecewa terhadap DPRD Kota Bogor yang tidak bertanggung jawab terkait banyaknya persoalan dalam pelaksanaan kegiatan Pokir itu.
“Yang menyalurkannya dewan kepada pengusaha di luar Asosiasi. Tapi saat ada masalah, dewan malah lepas tanggungjawab dan membebankannya kepada instasi terkait. Inikan aneh,” ujarnya.












