Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

YPBP Ajak Masyarakat Putus Mata Rantai Kekerasan Sejak Dini

×

YPBP Ajak Masyarakat Putus Mata Rantai Kekerasan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Yayasan Pesona Bumi Pasundan mendorong masyarakat memutus mata rantai kekerasan
Yayasan Pesona Bumi Pasundan mengajak masyarakat mengenali tanda kekerasan sejak dini dan memutus mata rantainya.

BOGOR, Kobra Post Online – Yayasan Pesona Bumi Pasundan (YPBP) mendorong masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai kekerasan dengan mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Upaya tersebut dinilai penting karena kekerasan tidak selalu terjadi secara tiba-tiba. Dalam sejumlah kondisi, kekerasan dapat berkembang melalui rangkaian perilaku, tekanan, intimidasi, pembiaran hingga lingkungan yang akhirnya menganggap tindakan tersebut sebagai sesuatu yang biasa.

Fasilitator YPBP, Dominggus Christian Polhaupessy, S.H., mengatakan pencegahan kekerasan perlu dilakukan sebelum tindakan tersebut berkembang menjadi lebih serius.

YPBP Dorong Pencegahan Kekerasan Sejak Dini

Christian menjelaskan, masyarakat tidak seharusnya hanya memberikan perhatian ketika kekerasan sudah terjadi. Berbagai perilaku yang dapat menjadi tanda awal, seperti intimidasi, penghinaan, ancaman, perundungan, maupun tindakan merendahkan orang lain, perlu mendapat perhatian.

“Kekerasan tumbuh melalui rangkaian, bukan satu peristiwa. Karena itu, kita tidak boleh hanya bereaksi ketika kekerasan sudah terjadi. Hal-hal kecil seperti intimidasi, penghinaan, ancaman, perundungan, maupun tindakan merendahkan orang lain perlu mendapat perhatian sejak awal,” ujar Christian.

Menurutnya, menciptakan lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga sosial dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun lingkungan yang menghormati martabat dan hak setiap orang.

Kekerasan Tidak Hanya Berbentuk Fisik

Yayasan Pesona Bumi Pasundan juga menekankan pentingnya edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan secara berkelanjutan.

Christian mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa kekerasan tidak hanya berupa tindakan fisik. Kekerasan juga dapat muncul dalam bentuk verbal, psikologis, sosial maupun berbagai tekanan yang dapat berdampak terhadap korban.

Karena itu, kepekaan terhadap perubahan perilaku dan tanda-tanda awal kekerasan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan.

Ketika muncul tindakan yang merendahkan, mengintimidasi atau menyakiti orang lain, lingkungan sekitar diharapkan tidak memilih untuk diam.

Masyarakat Diminta Tidak Diam Melihat Tanda Kekerasan

Yayasan Pesona Bumi Pasundan mendorong masyarakat memutus mata rantai kekerasan

Christian menegaskan, pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab korban maupun pihak tertentu. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Kita perlu membangun empati untuk berbicara, mendengar korban, memberikan pendampingan, dan tidak membiarkan kekerasan menjadi budaya yang diwariskan atau dianggap sebagai hal biasa,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga korban mengalami dampak yang lebih berat sebelum mengambil tindakan.

“Yang ingin kita bangun adalah kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman. Jangan menunggu sampai korban mengalami dampak yang lebih berat baru kemudian bertindak,” ungkapnya.

Edukasi dan Pendampingan Jadi Bagian Pencegahan

Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan, Yayasan Pesona Bumi Pasundan berharap pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan semakin meningkat.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, inklusif dan berkeadilan.

Masyarakat juga diharapkan berani mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitarnya.

“Menghentikan kekerasan bukan hanya tentang menangani kejadian setelah terjadi, tetapi tentang memutus rangkaiannya sebelum berkembang menjadi lebih besar,” pungkas Christian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *