Ia berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran kepada para guru, warga dan siswa, untuk menumbuhkan karakter sehingga akan muncul sifat solidaritas terhadap sesama.
“Makanya perlu kita bangkitkan dan dibiasakan. Dan mudah-mudahan jiwa solidaritas anak-anak tumbuh serta kelak menjadi generasi yang peduli terhadap kondisi dilingkungan sekitarnya,” terangnya.
Anak yatim tersebut dikelompokkan menjadi tiga, sambung Radite, yang pertama anak yatim internal sekolah dimulai kelas satu hingga kelas enam, kedua anak yatim yang bukan siswa sekolah SDN Semplak 2 bertempat tinggal di sekitar sekolah dan ketiga santunan yang diberikan kepada warga yang berhak yaitu kaum dhuafa.
“Yang ketiga itu bukan untuk anak yatim, tetapi bagi orang-orang yang berhak menerima sedekah berjumlah 16 orang, kalau anak yatim berjumlah 50 orang,” tukasnya.

Baca juga: Memperingati 10 Muharam SMK Negeri 2 Bogor Santuni 150 Anak Yatim
Paket yang diberikan , lanjut Radite, berisi beras, mie instan, snack, makanan dan bingkisan uang.
“Ini sudah rutin, biasanya juga ada penyerahan zakat fitrah untuk warga sekitar dibulan ramadan. Jadi minimal satu tahun dua kali kegiatan sosial ini, di Muharam dan kalau di Ramadan biasanya dikemas kegiatan pesantren kilat diakhiri penyaluran zakat fitrah serta zakat mal kepada yang berhak,” tutupnya.












