
Lanjut Kades, pada saat kejadian, warga sekitar langsung melakukan evakuasi. Ketiga korban berhasil diangkat dari reruntuhan bangunan.
“Ketua RW setempat langsung membawa korban ke RS Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto, Semplak. Namun karena keterbatasan alat medis maka memberi rujukan ke RSUD Kota Bogor. Menurut tim dokter RSUD, kondisi pemilik rumah sangat kritis kecil kemungkinan bisa tertolong. Sekitar pukul 20.00 WIB, Zaelani (pemilik rumah) menghembuskan napas terakhirnya,” papar Kades.
Baca juga : Asyik, Honor RT, RW dan Guru Ngaji di Desa Sukaharja Cair
Sementara, tambah Cecep, korban atas nama Heri mengalami luka berat pada bagian kepala. Sedangkan Ucok hanya menderita luka ringan. Atas kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta melakukan peninjauan.
“Selain BPBD, Koramil dan Satpol-PP kecamatan juga langsung turun ke lokasi kejadian,” imbuhnya.
Terakhir, Kades Cimulang memperkirakan kerugian materi dari bangunan ambruk sekitar Rp50 juta.
Reporter : Junaedi
Editor : Rangga A.












