Scroll untuk baca artikel
Nasional

Program Genius Bapanas, Upaya Tingkatkan Gizi Pelajar

437
×

Program Genius Bapanas, Upaya Tingkatkan Gizi Pelajar

Sebarkan artikel ini
genius
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nyoto Suwignyo, saat menghadiri hari terakhir Program Genius di SDN Balungbang Jaya 3 Kota Bogor. (Foto: Dok. Junaedi).

BOGOR, Kobra Post Online – Program Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi (Genius) yang diusung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dilakukan untuk mengedukasi masyarakat soal asupan makanan yang bergizi dan baik. Sehingga tercipta pola asupan makanan teratur termasuk membiasakan sarapan.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nyoto Suwignyo mengatakan bahwa Program Genius ini didesain untuk beberapa provinsi. Dengan total 50 kabupaten/kota dari 10 provinsi di Indonesia.

“150 Sekolah Dasar (SD) dengan total jumlah siswanya rata-rata satu kabupaten kota itu ada 500. Berarti satu provinsi itu ada tiga kabupaten masing-masing provinsi ada 1.500 dikali delapan provinsi maka totalnya 25 ribu siswa,” kata Nyoto kepada Kobra Post Online seusai acara di Bogor, Rabu (22/11).

Ia menyebut, berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), ada beberapa daerah yang tidak bisa mencapai angka 500 siswa.

Nyoto menjelaskan, tujuan Program Genius ini adalah memberikan makanan kudapan bergizi pada pagi hari. Pasalnya, salah satu riset sempat menyebutkan bahwa sekitar 26% anak sekolah di Indonesia tidak pernah sarapan pagi sebelum berangkat menimba ilmu.

“Inilah kemudian kita sasar setiap sekolah, kita coba latih edukasi pembudayaan untuk kudapan pagi. Kedua, membiasakan dengan kudapan pagi tentu mengurangi jajan di luar, artinya mulai makan sehat,” jelasnya.

genius.
Baca juga: Hari Terakhir Program Genius di SDN Balungbang Jaya 3, Orang Tua Siswa Diminta Terus Beri Makanan Sehat

Nyoto menuturkan, pihaknya telah meminta Asosiasi Institut Perguruan Gizi Indonesia (AIPGI) untuk mendampingi Program Genius ini. Sehingga, kudapan yang diberikan pada para siswa bisa dipastikan bergizi.

“Termasuk makanan apa yang harus diberikan kepada anak-anak pada kudapan pagi tadi, sudah disiapkan oleh mereka (AIPGI). Di lapangan juga mereka memonitor dan mereka sudah memiliki jaringan di 10 provinsi,” tuturnya.

Ia memastikan bahwa Program Genius ini tidak merepotkan guru. Karena kudapan diberikan pada jam istirahat siswa, sebelum makan kudapan para siswa diedukasi untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

“Dan juga membiasakan makan secara bareng-bareng. Harapannya memberikan makan ini bagian memorable bagi anak-anak. Kami buat yel-yel sehat, kuat, cerdas, ceria. Kata sehat itu berarti dengan makan kita sehat, gizinya tercukupi, kuat berarti membuat tubuhnya kuat masih masa pertumbuhan, kemudian cerdas mudah-mudahan dia gampang nerima mendapatkan masukan pelajaran karena proteinnya cukup, dan tidak kalah pentingnya makan bersama itu membuat dia ceria,” jelasnya.

Baca juga: DKPP Kota Bogor Gelar Sosialisasi Program Genius di SDN Balungbang Jaya 3

Nyoto menyebut, Program Genius di tahun 2023 ini telah selesai dilaksanakan. Di tahun depan, pihaknya masih mengajukan persetujuan anggaran ke Komisi IV DPR RI.

“Mudah-mudahan kita lanjutkan, untuk beberapa kabupaten kita akan cek nanti evaluasinya bagus kita teruskan, yang engga, sementara kita sisihkan dulu atau ada kabupaten yang ingin mandiri kita berikan,” terangnya.

Pihaknya akan mencari program baru yang berbasis kerawanan pangan dan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan atau PoU. Selain itu, Bapanas juga sedang mempersiapkan angka PoU baru di tahun 2023 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *