BEKASI, Kobra Post Online – Komunitas Prabu Peduli Lingkungan memaksa armada pengangkut sampah Pemerintah Kabupaten Bogor putar balik di wilayah Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Aksi pencegatan angkutan sampah itu dilakukan pada Rabu (18/9), dimulai pukul 08.16 WIB pagi. Mereka menolak armada pengangkut sampah masuk wilayah Burangkeng karena rawan kecelakaan dan menimbulkan pencemaran.
Kerua Prabu PL, Carsa Hamdani mengatakan, aksi yang dilakukannya ini karena banyak pengaduan dari warga dan pengguna jalan yang mengalami kecelakaan akibat jalan licin, disebabkan adanya kucuran air lindi dari truk pengangkut sampah dan juga menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Ini perlu perhatian serius dari pemerintah setempat, khususnya Dinas terkait,” tegas Carsa kepada awak media.
Carsa Hamdani menjelaskan, air Lindi yang dibawa oleh armada angkutan sampah pasar mengucur di jalan. “Apalagi saat cuaca panas bisa mengeluarkan zat metan yang menguap, dan berpengaruh besar terhadap lingkungan,” ucapnya.
Baca juga: Darurat Sampah di Kabupaten Bekasi, DLH Diduga Tak Mampu Atasi Masalah
“Kami sebagai warga yang terdampak, sudah berupaya untuk melakukan audensi ke Pj Bupati Bekasi, Dinas Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup. Aksi demo pun telah dilakukan ke Pemkab Bekasi namun hingga saat ini belum mendapatkan respon,” tambahnya.
Makanya pada hari ini, Prabu PL melakukan pencegatan agar pihak terkait dapat mengetahui bagaimana kondisi di wilayah, yaitu di Burangkeng.
Baca juga: PRABU Peduli Lingkungan Gelar Aksi Demo Terkait Sampah Pasar
Pj Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, dan Kepala Dinas Perdagangan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp hingga saat ini belum memberikan tanggapan.





