Bima juga meminta Kesbangpol untuk melakukan konsolidasi semua ormas dan fokus pada pembinaan, hingga merapikan administrasinya.
“Lalu program jangka panjang bagaimana pemberdayaan ormas. Ormas ini harus bisa berperan lebih strategis, harus berperan dalam pembangunan daerah,” tandas Bima.
Ketua PP Benninu Argoebie mengajak kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan, karena pihaknya sudah bersepakat untuk berdamai dengan BPPKB.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila untuk tidak lagi ada gerakan tambahan se-Jabodetabek. BPPKB Banten juga Pemuda Pancasila adalah saudara sekarang. Mari kita rajut kebersamaan, dan mari kita ciptakan Bogor yang kondusif,” ajak Ben.
Senada dengan Ben, Enung Sutisna juga menganggap permasalahan sudah selesai. Untuk itu, ia meminta anggotanya untuk tidak lagi bergesekan dengan Pemuda Pancasila.
“Intinya, kami dari BPPKB Banten sudah tidak ada permasalahan dengan Pemuda Pancasila. PP keluarga besar, kami juga keluarga besar mereka. Mari kita ciptakan kondusifitas di wilayah Bogor ini,” ujar Enung.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan bahwa penegakan hukum masih akan terus dilakukan dengan mempelajari video-video yang beredar dan investigasi di tempat kejadian perkara.
“Kita lagi investigasi, kita pelajari video-videonya. Motor dan kendaraan yang dirusak kita identifikasi. Belum ada laporan yang merasa dirugikan di sini. Kalau tidak ada yang merasa dirugikan dalam kejadian kita anggap clear. Tapi penegakan hukum tetap berjalan,” ungkapnya.
Reporter : Yaso
Editor : Agus P.









