Scroll untuk baca artikel
Nasional

Pemprov Jabar Terjunkan 1.360 Petugas Pemeriksaan Hewan kurban

28
×

Pemprov Jabar Terjunkan 1.360 Petugas Pemeriksaan Hewan kurban

Sebarkan artikel ini
Petugas pemeriksaan hewan kurban.

BOGOR, Kobra Post Online – Sebanyak 1.360 orang se-Jawa Barat dan 4000 mahasiswa serta kedokteran hewan akan melakukan pemeriksaan hewan kurban di kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Pelepasan tim pemeriksaan hewan kurban se-Jawa Barat (Jabar) dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (3/6) kemarin.

Secara simbolis pelepasan ditandai dengan penyematan rompi, topi dan penyerahan boks berisi perlengkapan serta melakukan take off armada Mobil Pelayanan Veteriner (Moyan Vet) Rumah Sakit Hewan Provinsi Jabar, untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban tetap terjaga.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin berpesan kepada tim agar memberikan informasi dari dua sisi, baik dari sisi pedagang maupun pembeli mengenai detail apa saja yang harus dilakukan oleh pembeli maupun penjual. Guna memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

“Sehingga penjual dan pembeli harus mengecek secara fisik, secara umur dan sebagainya. Tapi di sisi lain, pedagang harus diberi pengertian bahwa, hewannya harus sehat,” katanya.

Pelepasan petugas pemeriksaan hewan kurban.
Baca juga: HJB ke-542, Momen Bahan Refleksi Kinerja Bagi DPRD dan Pemkot Bogor

Dalam memberikan layanan pemeriksaan hewan kurban, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota/kabupaten menyediakan layanan pemeriksaan hewan gratis, yang tersedia di kantor dinas ataupun kecamatan di masing-masing wilayah secara gratis.

Hewan kurban yang sudah melalui pemeriksaan kesehatan nantinya akan diberikan sertifikat, stiker ataupun kalung yang menyatakan bahwa hewan kurban dalam keadaan sehat.

“Pelayanan kesehatan ini dipastikan gratis atau 0 rupiah. Jadi tidak ada dikenakan biaya apapun,” tegasnya.

Dengan begitu, lanjut Bey, tidak ada alasan bagi pedagang penjual hewan kurban untuk tidak mengakses layanan tersebut. Sehingga tidak memiliki sertifikat ataupun tanda bahwa hewan yang dijual dalam keadaan sehat, dan pembeli bisa terjamin bahwa hewan kurban yang dibeli untuk disembelih saat hari raya Iduladha dalam keadaan sehat serta kualitas daging terjamin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya pelepasan tim pemeriksaan hewan kurban dilaksanakan di luar Gedung Sate.

Baca juga: Layanan Gratis Warnai Peringatan HJB ke-542 di Kecamatan Rancabungur

Sehingga, sambungnya, bisa menjadi motivasi pelaksanaan hewan kurban tahun ini lebih baik untuk memastikan kondisi dan kualitas hewan kurban sesuai aturan.

“Karena sesuai dengan amanat undang-undang bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap ketersediaan daging, termasuk daging hewan kurban yang memenuhi persyaratan aman, sehat dan dan halal,” ucapnya.

Selain itu, Provinsi Jawa Barat juga telah melakukan pelatihan kepada 500 juru sembelih halal yang dilakukan secara daring maupun luring.

“Sehingga pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dari mulai penyediaan hewan kurban, maupun proses penyembelihan semua sesuai aturan dan ketentuan syariat Islam,” ujarnya.

Arifin memprediksi pemotongan hewan kurban tahun ini meningkat 15 persen dari tahun 2023 yang berjumlah 316.265 ekor terdiri dari 97.237 ekor sapi, 803 ekor kerbau, kemudian 172.440 ekor domba dan 45.785 ekor kambing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *