Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Pemkot Bogor Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas Pasca Penutupan Jalan Otista

867
×

Pemkot Bogor Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas Pasca Penutupan Jalan Otista

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bogor Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas Pasca Penutupan Jalan Otista
Wali Kota, Kadishub dan Camat Bogor Tengah saat memantau ruas jalan pajajaran.

BOGOR, Kobra Post Online – Pasca penutupan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Pemerintah Kota Bogor mengevaluasi penerapan rekayasa lalu lintas.

“Berdasarkan pemantauan sejak awal penerapan rekayasa lalu lintas, Senin (1/5) pukul 22.00 WIB hingga tengah malam dan pada Selasa (2/5) sejak pukul 06.00 WIB. Didapati sejumlah titik mengalami kepadatan lalu lintas, namun arus lalu lintas masih tetap mengalir,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam siaran Pers yang diterima Kobra Post Online, Selasa (2/5) malam.

Wali Kota Bima Arya mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan secara berkeliling dengan menaiki mobil double cabin, untuk melihat situasi dan kondisi arus lalu lintas di Jalan Pajajaran, Simpang Jalan Harupat, Simpang Jalan Lodaya hingga Sukasari dan Suryakencana.

“Kita lihat ada beberapa titik terjadi kepadatan. Pertama adalah di Ekalokasari, karena arus mobilitas warga yang dari daerah Jalan Pajajaran, Bogor Timur bergerak ke pusat kota dan stasiun melewati Sukasari. Kedua di simpang Lodaya, Jalak Harupat terjadi kepadatan di situ,” katanya.

Dari hasil evaluasi sementara, lanjut Bima Arya, akan dilakukan penyesuaian traffic light. Karena dari hasil evaluasi, ada beberapa traffic light yang terlalu lama sehingga harus dipercepat.

“Selanjutnya petugas yang berjaga di lokasi juga akan ditambah, sehingga jika terjadi kepadatan akan diurai secara manual,” ucapnya.

Arus lalu lintas di jalan pajajaran
Kepadatan di Jalan Pajajaran

Kepadatan yang ditimbulkan oleh rekayasa lalu lintas tidak terjadi di semua titik jalan. Seperti halnya di Jalan Suryakencana yang lebih lancar dari arus lalu lintas di titik lain.

“Memang belum semua masyarakat mengetahui rute pengalihan arus,” ujar Bima.

Menurutnya, di Surken baru 20 persen jumlah kendaraan yang melintas dibanding hari biasa. Sedangkan yang melalui bondongan lebih padat, karena di beberapa titik menjadi hambatan, ada parkir badan jalan, ada pasar dan sebagainya.

“Keberadaan parkir liar atau parkir di badan jalan akan segera disterilisasi, sehingga arus lalu lintas tidak terhambat,” katanya.

Baca juga: Jalan Otista Kota Bogor Sudah Ditutup Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan

Lanjut wali kota, pihaknya akan menghitung volume kepadatan lalu lintas dari Pajajaran menuju pusat kota.

“Jadi, ketika padat sekali akan kita coba melakukan treatment dengan menambah petugas dan penyesuain lampu traffic light,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Kobra Post Online terkait rekayasa lalu lintas pasca penutupan Jalan Otista, kendaraan merayap di Jalan Pajajaran mulai dari Terminal Baranangsiang hingga menuju Warung Jambu. 

Di pertigaan depan Mall Keboen Raya, Rumah Sakit Siloam terjadi kemacetan, karena kendaraan saling berpapasan yang datang dari warung Jambu, Jalan Jalak Harupat dan Jalan Pajajaran yang diberlakukan dua arah.

Jembatan otista ditutup pakai seng
Penutupan Jembatan Otista menggunakan seng

Sementara itu, persiapan pekerjaan revitalisasi Jembatan Otista sudah akan dimulai pekerjaannya. Terlihat Jembatan Otista kini sudah ditutupi seng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *