Pemkot Bogor dan PT KAI Segera Teken MoU Terkait Sistem Transportasi

oleh -1.813 views
Trem

BOGOR, Kobrapostonline.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam waktu dekat ini. Salah satu poin dalam perjanjian kerja sama itu nantinya akan membahas tentang rencana implementasi sistem transportasi berbasis rel di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim setelah melangsungkan pertemuan dengan pihak PT KAI, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha, Amrozi Hamidi dan Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wiwik Widayanti beserta jajaran di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Kamis (06/02/).

Turut hadir pula mendampingi Dedie A. Rachim, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo dan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.

“Pertemuan dengan PT KAI ini dalam rangka persiapan MoU antara kedua belah pihak yang didalamnya membahas rencana mengenai implementasi sistem transportasi berbasis rel di Kota Bogor,” ujar Dedie.

Seperti diketahui bersama, sambung Dedie, proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) merupakan program strategis nasional yang melibatkan dukungan PT KAI secara penuh.

Dengan begitu, lanjut Dedie, upaya PT KAI dalam rangka meningkatkan sistem layanan transportasi berbasis rel, sejalan dengan program penataan transportasi di Kota Bogor yang akan menerapkan Trem sebagai moda transportasi massal kedepannya.

“LRT Jabodebek merupakan program yang melibatkan dukungan PT KAI secara penuh. Oleh karena itu, Pemkot Bogor akan menggandeng PT KAI dalam melaksanakan kajian transportasi di Kota Bogor yang sudah dianggarkan pada tahun 2020 ini,” ungkapnya.

Baca juga : Musrenbang RKPD 2021 Kecamatan Leuwisadeng Bahas 257 Usulan

Kemudian, tambah Wakil Walikota itu, PT KAI  sepakat untuk melanjutkan pembangunan Stasiun Sukaresmi yang hingga kini prosesnya masih terbengkalai. Selain itu, dibahas juga mengenai perbaikan akses publik di area kawasan Stasiun Bogor.

“Kemudian dibahas juga tentang kelanjutan pembangunan Stasiun Sukaresmi yang belum ada tindak lanjut hingga saat ini. Dibahas juga rencana perbaikan akses publik di seputar kawasan Stasiun Bogor yang meliputi area Jalan Mayor Oking, Jalan Paledang hingga Alun-Alun Bogor,” pungkasnya.

Reporter : Yaso

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *