BOGOR, Kobra Post Online – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan tiga poin penting terkait rencana pengembangan Trem di Kota Bogor.
Salah satu poin yang disampaikan Atang yakni mengingatkan pentingnya pemetaan wilayah permukiman. Sehingga keberadaan trem di Kota Bogor tidak menjadi kendaraan hantu yang sepi penumpang.
“Hal ini tentunya perlu ditunjang dengan keberadaan angkot yang menjadi feeder (pengisi) bagi masyarakat yang berada di pinggiran kota,” kata Atang dalam forum group discussion (FGD), Rabu (31/8).
Dalam acara itu, hadir Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Direktur Prasarana BPTJ Kemenhub RI Ir. Zamrides, Managing Director & Chief Invesment Officer Indonesia Infrastructure Finance M. Ramdhan Harahap dan Direktur Sarana Perkeretaapian Djarot Tri Wardhono.
Lanjut Atang, angkot yang selama ini menjadi momok dan sumber kemacetan, bisa dimaksimalkan dengan menempatkannya di wilayah pinggiran.
Ia menyampaikan bahwa, kondisi tata kota dan transportasi di Kota Bogor sangat luar biasa keruwetannya. Sehingga, untuk menata Kota Bogor menjadi sebuah sistem yang terintegrasi perlu adanya keberanian dan ketegasan dari para pengambil kebijakan.












