Nanan berharap, pengajuan lahan ini agar segera terealisasi, karena keberadaan SMPN 2 Rancabungur ini sangat mendesak kebutuhannya.
“Saat ini kelas jauh sudah mencapai 4 kelas. Jika di tahun 2024 tidak terbangun, maka yang empat kelas ini akan disimpan di mana?,” ucapnya.
Ketua PGRI Kecamatan Rancabungur, Agus Hafiz menambahkan, di akhir tahun 2022, Disdik dan BPKAD telah menyepakati lahan yang akan digunakan untuk pembangunan SMPN 2 Rancabungur merupakan aset pemda berlokasi di Cadangan Pemakaman Rawayan, Kampung Karacak, Rancabungur.
“Alhamdulillah administrasinya sudah ditempuh, koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga sudah. Sehingga progresnya berjalan dengan bagus,” ujarnya.

Baca juga: Peringati Hari Guru, PGRI Kecamatan Rancabungur Gelar Upacara
Agus menuturkan, Kepala Dinas Pendidikan menyarankan agar pembangunan sekolah itu berada di bagian depan.
“Untuk lokasi, pak Kadis sudah menyetujui, tinggal administrasi dari BPKAD dengan meluncurkan surat izin. Insya Allah tahun depan pelaksanaan pembangunan,” tuturnya.
Ketua PGRI itu juga mengungkapkan, SMPN 2 Rancabungur ini sangat mendesak kebutuhannya, sebab SMPN 1 Rancabungur sudah overload (melebihi kapasitas).
“Artinya, animo anak-anak yang akan masuk SMP negeri begitu banyak. Sementara daya tampung sudah tidak memadai. Kalau dibilang urgent (mendesak) ya, ini sangat urgent,” imbuhnya.












