Abdul memperkirakan kerugian akibat bencana banjir ini mencapai Rp300 juta, dikarenakan seluruh ruangan terkena dampak banjir.
“Kerusakan yang pertama yaitu komputer sebanyak 30unit, printer, alat-alat praktik, alat musik, semua buku-buku bantuan dari dana BOS, serta alat-alat elektronik lainnya. Sementara yang bisa terselamatkan hanya ijazah saja,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketinggian banjir saat itu mencapai sepinggang orang dewasa dengan durasi sekitar empat jam, dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
“Saat air masuk ke ruangan, meubel-meubel kayu sampai terangkat dan bertabrakan, hingga berjatuhan semua. Pemicu terjadinya banjir dikarenakan luapan Sungai Ciluar,” jelas Abdul Mukti.
Baca juga: Pasca Banjir Bandang, Warga Purasari Masih Kesulitan MCK

Untuk kegiatan belajar mengajar, sambungnya, sementara diliburkan selama tujuh hari. Namun siswa tetap masuk untuk membantu membersihkan ruangan-ruangan sekolah secara bergantian. Shift pagi untuk kelas 10 dan kelas 12 sedangkan siang kelas 11.
“Insya Allah selama tujuh hari akan rampung semua, jadi hari Senin bisa berjalan seperti biasa lagi,” imbuhnya.
Ia berharap, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera membangun turap bantaran sungai Ciluar.
“Karena, melihat kondisi bantaran sungai yang belum di turap bisa mengakibatkan tanah tergerus oleh air,” tutupnya.
Untuk diketahui, SMK Nusantara ini kerap menjadi langganan banjir pada saat musim penghujan dengan ketinggian semata kaki.












