“Karena ini dibuat dengan berbagai rangkaian, ada pameran temporer, panggung budaya, tour sejarah, lokakarya, pojok ekspresi itu permainan tradisional ya, terus ada nonton bareng,” ujarnya.
Selain menampilkan koleksi dan narasi tentang musik klasik. Museum ini juga menjelaskan tentang musik hiburan yang didengarkan dari radio RRI oleh para pemuda pada zamannya sesuai dengan keseharian presiden dari masa Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pada Museum ini juga ditampilkan narasi tentang musik lokal yang didengarkan oleh Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gusdur, Megawati hingga SBY.
Tak hanya itu, dalam Museum keliling ini juga dipamerkan kaset pita, CD, dan IPod hingga radio klasik yang digunakan para presiden untuk mendengarkan musik favoritnya hingga foto-foto ketika sang presiden sedang mendengarkan musik ataupun menyaksikan penyanyi favoritnya.
Museum ini, kata Fitra Arda, memiliki sasaran untuk seluruh masyarakat terutama generasi muda saat ini.
“Karena merekalah pengganti estafet tongkat kepemimpinan ke depan,” pungkasnya.






