Harapan dari kebijakan yang pro terhadap industri kreatif lokal ini yaitu mampu menghasilkan perputaran uang yang besar, sehingga bisa menjadi angin segar pasca pandemi Covid-19. Bima juga berharap langkah ini, baik bagi recovery economi nasional.
“ASN harus jadi kekuatan yang paling depan untuk membangkitkan kebanggaan lokal. Kita mulai di Kota Bogor. Tapi nanti dorong juga di APEKSI. Ada 98 kota di APEKSI, dengan 4 juta ASN di seluruh Indonesia. Kalau ada kebijakan serentak seperti ini, dahsyat untuk kebangkitan UMKM,” tandasnya.
Saat ini ada sekitar 70 brand distro lokal Kota Bogor yang bergerak di produksi fashion dan aksesoris. Beberapa di antaranya sudah menggapai pasar di luar Kota Bogor. Sebagian lagi saat ini beroperasi di wilayah Ciheuleut. Bilal, pengelola Distro Avenue di kawasan Ciheuleut, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor terhadap pelaku industri kreatif.
Baca juga : HJB ke 540, Pemkot Gelar Helaran Hingga Pentas Musik
“Program yang mewajibkan ASN menggunakan produk lokal tentunya sangat membantu meningkatkan penjualan,” katanya seraya berharap kebijakan itu dibarengi dengan pembenahan infrastruktur. Antara lain untuk kawasan Ciheuleut yang sudah dikenal sebagai sentra distro.
“Sampai saat ini masih jadi ikonik dan destinasi belanja outfit anak-anak muda. Sehingga perlu pengembangan lebih terhadap kawasan ini,” terang Bilal.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim sejalan dengan harapan itu. Ia mendorong dinas-dinas terkait untuk merumuskan konsep penataan, baik infrastruktur maupun arus lalu lintas.
“Ibaratnya Bandung kecilnya ada di Ciheuleut. Kita perlu dorong Ciheuleut menjadi Kampung distro yang akan menambah value dari kawasan ini,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Bogor, Atep Budiman mengungkapkan, produk lokal yang dibuat para pelaku usaha ini mengusung semangat ramah lingkungan.
“Mereka berproduksi dengan menekan timbulnya limbah dan sebagai mendaur ulang limbah untuk produknya,” kata Atep.












