Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Makna Abhinaya Satya Lestari, Tema HJB 540

7685
×

Makna Abhinaya Satya Lestari, Tema HJB 540

Sebarkan artikel ini
Abhinaya Satya Lestari

BOGOR, Kobra Post Online – Hari ini, 3 Juni 2022 Kota Bogor genap berusia 540 tahun. Hari Jadi Bogor (HJB) tahun ini diperingati dengan tema ‘Abhinaya Satya Lestari‘.

Abhinaya berarti Semangat. Satya berarti Tulus dan Lestari berarti tidak berubah, atau bertahan terus hidup. Jadi tema HJB kali ini Abhinaya Satya Lestari bermakna semangat yang tulus untuk menghadirkan program-program berkelanjutan bagi lingkungan agar bumi terus hidup atau lestari.

Pemerintah Kota Bogor memberi arti pada tema Abhinaya Satya Lestari ini dengan tekad untuk terus bekerja mengabdi melalui program-program berkelanjutan, agar alam dan lingkungan Kota Bogor tetap lestari. Serta agar kehidupan aman tenteram dan sejahtera terwujud bagi setiap warganya.

Setidaknya ada tiga aspek menjadi fokus untuk menjabarkan program-program berkelanjutan sesuai tema Abhinaya Satya Lestari. Masing-masing adalah kelestarian alam lingkungan Kota Bogor, memelihara persatuan, kebersamaan. Lalu, kesetaraan di tengah kebhinekaan dan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

abhinaya satya lestari

Abhinaya Satya Lestari dalam local proud

Baru-baru ini Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan kebijakan tentang local proud, bangga dengan produk lokal. Kebijakan ini mengarahkan untuk mendukung tumbuhnya bisnis para pengusaha lokal. Selain itu, ke depannya untuk mendukung konsep green economi. Langkah ini diwali dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 30 tahun 2022, yang mengatur soal berpakaian bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

“Setiap Selasa, saya perintahkan dan wajibkan seluruh ASN di Kota Bogor menggunakan produk lokal. Kita dorong industri kreatif yang memang perlu dikembangkan,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya.

abhinaya satya lestari

Sedangkan setiap Kamis, para ASN harus mengenakan pakaian tradisional Sunda dan Jumatnya memakai batik atau pakaian etnik lainnya. Dengan kebijakan ini Bima berharap, ASN menjadi motor penggerak kebangkitan produk lokal dan UMKM.

“Kalau semua ASN belanja produk lokal dari distro-distro yang ada di Kota Bogor, maka akan ada perputaran uang Rp3,5 miliar. Saya tadi tanya random, mereka minimal membelanjakan Rp500.000. Di Kota Bogor ini ada sekitar 6.980 ASN,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *