Sementara menurut Ketua PAC GP Ansor Bogor Timur, Riyad Fahmi, pertemuan yang dilakukan di Kantor PC Nahdlatul Ulama (NU) pada Kamis (05/03/2020) lalu sesuai arahan pengurus pusat. Dengan agenda Tabayun diantara ketua formatur dengan ketua PAC terkait permasalahan yang terjadi.
“Saat itu disaksikan oleh Ketua Demisioner Rommy Prasetya bersama kader lainnya. Salah satu poin dari pertemuan tersebut adanya pernyataan tidak sanggup dari saudara Budi terkait menyelesaikan penyusunan pengurus dalam rapat formatur. Dan jawaban saudara Budi atas masalah ini, ya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Proses tabayun tersebut, dari awal sampai akhir ada rekamannya,” ungkap Riyad.
Baca juga : Prihatin, Masyarakat Tidak Hafal Naskah Pancasila
Sekretaris PAC GP Ansor Tanah Sareal, Widianto juga menjelaskan bahwa pertemuan yang dilaksanakan di kediaman Bagus Maulana Muhammad beberapa waktu lalu, murni kegiatan halal bihalal.
“Seluruh ketua PAC dan pengurus serta perwakilan Banser turut hadir saat itu. Tidak ada proses deklarasi atau apapun,” tegasnya.
Terkait pemberitaan di salah satu media online yang mempermasalahkan kegiatan halal bihalal tersebut, Ketua PAC Bogor Barat, Muhammad Hariansyah menyebut hal itu sudah mencoreng nama baik GP Ansor.
“Kita akan ambil langkah melalui jalur hukum. Sementara kita kaji dulu pemberitaan tidak benar itu. Dan kami akan melakukan konsultasi dengan sejumlah senior,” ucapnya.
Hariansyah juga menegaskan, dalam konferensi cabang yang akan datang, semua PAC sudah sepakat mendukung Bagus Maulana untuk menjadi Ketua PC GP Ansor Kota Bogor.
Reporter : Kontributor/ MSA
Editor : Rangga A.









