Untuk mengawalinya, sambung Agus, pihaknya telah memperkenalkan handball ke guru olahraga, serta menugaskan untuk memahami cabor bola tangan ini. Selain itu, sudah mulai diperkenalkan kepada siswa-siswi SDN Bantarkambing 2.
“Saya fasilitasi bolanya, yang terpenting siswa bisa mengetahui terlebih dahulu permainan handball. Setelah dicoba beberapa kali, ternyata anak-anak sangat antusias melakukan permainan ini,” ujarnya.
Baca juga: Ini Kepala Sekolah di Rancabungur yang Dirotasi dan Promosi
Agus berkomitmen ingin intens mengembangkan bola tangan di sekolahnya. Namun, terkendala dengan lapangan, yang menjadi sarana dan prasarananya.
“Kan tidak mungkin main handball itu di kelas, atau di rumput seperti sepak bola. Jadi tempatnya harus khusus,” tuturnya.
Menurutnya, jika sarana dan prasarana untuk handball ini sudah tersedia dengan baik, maka handball di SDN Bantarkambing 2 akan menjadi pionir untuk sekolah-sekolah lain, khususnya di Kecamatan Rancabungur.
“Dengan adanya beberapa program baru ini maka harus disinergikan dengan rekan-rekan guru. Ketika saya tanya ke rekan-rekan guru, sumber daya anak-anak itu memiliki potensi untuk olahraga. Tetapi tidak bidang olahraga saja, akademiknya harus kita kembangkan,” ungkapnya mengakhiri.












