Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Jenal Tegur Pedagang Untuk Tidak Mengotori Kawasan Alun-alun Kota Bogor

685
×

Jenal Tegur Pedagang Untuk Tidak Mengotori Kawasan Alun-alun Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat menegur para pedagang.

BOGOR, Kobra Post Online – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegur para pedagang yang telah mengotori kawasan Alun-Alun Kota Bogor.

Untuk itu Jenal meminta para pedagang. membersihkan  sampah bekas jualannya secara mandiri.

Permintaan Jenal itu disampaikan saat mengecek kondisi Alun-Alun Kota Bogor pada H+3 libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Kamis (3/4) sore.

Fakta di lapangan menunjukkan tumpukan sampah bekas berjualan memang berserakan di sembarang tempat. Bahkan, tak jarang sampah tersebut mengotori rerumputan di kawasan Alun-Alun.

“Saya imbau seluruh pedagang maupun pengunjung Alun-Alun Kota Bogor untuk membawa sampahnya masing-masing. Jangan ada yang membuang sampah sembarangan, tolong bantu kami,” tegas Jenal Mutaqin melalui pengeras suara.

Jenal sempat berkomunikasi langsung dengan para pedagang. Selain melanggar aturan karena tidak boleh berjualan di kawasan akses masuk stasiun lewat Alun-Alun, mereka juga tidak mengindahkan kebersihan.

“Kalian lihat, ini sampah mengotori taman. Kami dianggap tidak bekerja. Tolong hargai. Jangan saling menyalahkan, kita mulai dulu dengan membersihkan sampah sendiri. Ajak pedagang lain untuk membersihkan,” ucapnya kepada para pedagang.

Baca juga: Pasca-penyerangan, Kapolsek Rancabungur Imbau Warga Desa Candali Tidak Terprovokasi

Selain kondisi Alun-Alun Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor itu turun mengecek kondisi Jalan Kapten Muslihat dan jembatan penyebrangan orang yang menjadi pintu keluar masuk menuju Stasiun Bogor.

Jenal mengatakan, okupansi manusia di H+3 ini cukup membeludak. “Yang jadi masalah adalah, begitu keluar dari stasiun, warga berjalan kaki di jalan. Kemacetan juga diperparah oleh banyaknya pedagang di trotoar maupun di badan jalan,” ujarnya.

Masalah lainnya, kata Jenal Mutaqin, adalah banyaknya angkot yang menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

Ia mengatakan, sambil menunggu rekayasa lalu lintas yang akan mengalihkan rute angkot agar tidak melintasi Jalan Kapten Muslihat, alur penumpang harus diatur kembali. Termasuk warga yang menyeberang jalan tidak pada tempatnya.

“Solusi terbaiknya adalah penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-Alun yang tidak bisa dilakukan secara parsial. Penataan ini harus terintegrasi dan melibatkan kerja sama dengan PT KAI. Penataan di kawasan stasiun dan alun-alun harus dipikirkan bersama,” jelasnya.

Jenal juga menyoroti terkait Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan tersebut yang kondisi saat ini dinilai tidak representatif.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Pemangkasan Anggaran Bagian dari Memahami Islam Secara Esensial

JPO tersebut kumuh, atapnya berlubang, rawan pencopetan, serta dipenuhi sampah akibat pedagang yang berjualan di sekitarnya.

“Kehadiran saya di sini adalah upaya untuk meminimalisir masalah. Kami mengusir angkot yang parkir sembarangan, menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan, serta mengarahkan penumpang di dalam stasiun,” ungkapnya.

Ia mengakui banyak keluhan terkait minimnya petugas yang berjaga di kawasan tersebut. Ia menegaskan kepada OPD terkait untuk lebih bersiaga.

“Kita harus rapatkan barisan. Bila perlu, ada piket khusus. Saya ingin tahu nama dan jumlah petugas yang berjaga. Lagi-lagi, saya harus mendorong agar minimal 10 orang selalu siaga setiap hari,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, ia berharap bisa mengurai kemacetan dan berbagai faktor lain yang menyebabkan kesemrawutan.

Sementara itu, berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB, ada sekitar 128.000 penumpang yang keluar dari Stasiun Bogor pada Hari ketiga libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Baca juga: Wali Kota Bogor Open House Lebaran di Rumah Dinas

Sejumlah titik padat, termasuk di kawasan Alun-Alun dan Stasiun Bogor. Akibatnya, alur penumpang yang keluar dari stasiun serta volume kendaraan di Jalan Mayor Oking maupun Jalan Kapten Muslihat menjadi sulit terkontrol.

Situasi diperparah sobat angkot dan kendaraan roda dua yang parkir sembarangan di pinggir jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *