Scroll untuk baca artikel
Nasional

Menperin: Industri Minyak Goreng Wajib Lapor di SIMIRAH

2065
×

Menperin: Industri Minyak Goreng Wajib Lapor di SIMIRAH

Sebarkan artikel ini
Industri Minyak Goreng Wajib Lapor di SIMIRAH
Menperin Agus Gumiwang Kartasmita bersama Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Masrokhan (kedua dari kiri), perwakilan Satgas Pangan Polri Kombes Polisi Eko Sulistyo Basuki (kedua dari kanan), dan Staf Khusus Menteri Achmad Sigit Dwiwahjono (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak di PT. Bina Karya Prima (BKP) di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (14/4).

JAKARTA, Kobra Post Online – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri minyak goreng curah wajib lapor di SIMIRAH.

“Industri minyak goreng yang terdaftar dalam program pemerintah wajib untuk mengisi dengan benar dan memperbarui datanya dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH). Terdapat distributor dengan alamat yang tidak sesuai pada SIMIRAH. Oleh karena itu, kami melakukan pengawasan. Ini bagian dari evaluasi yang kita bisa dapat hanya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak),” kata Agus di Jakarta, Kamis (14/4).

Dalam SIMIRAH, lanjutnya, terdapat beberapa tampilan fitur. Di antaranya berupa produksi, pelacakan distribusi MGC, sebaran pendistribusian (lokasi produsen dan distributor), dan real-time distribusi (nasional dan wilayah). Fitur-fitur tersebut memantau untuk melihat progress pendistribusian minyak goreng curah (MGC) bersubsidi.

“Kemenperin akan melaporkan secara berkala ke publik tentang rating penyaluran MGC bersubsidi untuk seluruh produsen peserta program. Nantinya kami akan mengumumkan pelaku usaha yang tidak patuh serta belum mendukung program,” paparnya.

Menperin bersama Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri mendatangi salah satu distributor pertama (D1) yang masuk daftar SIMIRAH, dengan alamat di wilayah Jakarta Timur, namun lokasi tersebut tidak ditemukan. Pada kesempatan itu, Menperin meminta agar produsen dari D1 itu memperbaiki data yang disampaikan melalui SIMIRAH.

“Jadi, di salah satu distributor yang kami datangi itu ada kesalahan menginput data. Kalau ini salah, ada kekhawatiran kesalahan lain selain alamat. Makanya kami awasi,” ujarnya.

Dari hasil sidak tersebut, Menperin juga berencana membuat surat edaran kepada produsen untuk menunjuk satu orang sebagai penanggung jawab yang nantinya berhubungan dengan Kemenperin.

“Kami akan membuat surat edaran agar satu orang penanggung jawab ditunjuk, sehingga kita bisa langsung tanyakan ke orang itu tanpa lempar sana sini,” jelasnya.

Baca juga : Terkuak, Distributor Repacking 78 Ton Minyak Goreng Curah Bersubsidi

Agus juga mengimbau kepada produsen agar lebih akurat dalam menginput data pada SIMIRAH, sehingga data tersebut dapat terdokumentasi dengan baik.

“Kami juga akan memasang QR Code di tangki pengiriman untuk mendeteksi minyak itu larinya ke mana saja. Semua kami upayakan agar program ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *