Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup & Hiburan

Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni

805
×

Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni

Sebarkan artikel ini
Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni
Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni.

BOGOR, Kobra Post Online – Bertepatan dengan hari buruh Internasional, para pegiat seni budaya berkumpul, dan berekspresi di Rumah Budaya HMA Jalan Pakancikan, Desa Kuta, Sukagalih, Megamendung Kabupaten Bogor pada Kamis (1/5) kemarin.

Para penggiat seni dan budaya itu mencoba berempati kepada sesama anak bangsa khususnya kaum buruh, tani, nelayan, seniman jalanan dan kaum pinggiran lainnya.

Koordinator acara Sukmajaya mengatakan, acara ini merupakan keinginan dari kalangan seniman dan budayawan untuk memberi alternatif bentuk apresiasi dan empati terhadap kaum buruh.

“Melalui seni kita bisa menyuarakan kegelisahan terhadap nasib buruh secara kreatif dan edukatif, kebetulan Rumah Budaya HMA berkenan menyediakan tempat untuk digelarnya acara tersebut,” kata Sukmajaya yang dihubungi Kobra Post Online, Jumat (2/5).

Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni
Teatrikal Jangkar Jiwa

Pada kegiatan hari buruh tersebut, sambung Sukmajaya, ditampilkan beragam bentuk seni tematik, khususnya pertunjukan happening art dari Jangkar Jiwa yang melibatkan para seniman juga pengamen jalanan, guru, dan penyanyi anak.

Selain itu, pembacaan puisi oleh Ketua Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), M. Yusro Kadzim dan disampaikan prolog tentang aktifitas gerakan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraannya.

“Juga disampaikan kerentanan hidup buruh kita yang masih banyak termarjinalkan, dan harapannya kepada pemerintah untuk lebih berpihak dalam setiap kebijakan yang dilahirkannya,” kata lelaki yang akrab disapa Tohir Kulikulo.

Baca juga: Peringati Hari Ayah Sedunia, Anak Kampung Pasir Angin Gelar Pentas Teatrikal

Tak kalah menariknya, di Hari Buruh itu  penampilan tokoh senior sastrawan Boyke Sulaeman dan putrinya yang mendeklamasikan sajaknya dengan eksentrik.

Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni
Penampilan lagu dan puisi.

Acara semakin meriah dengan penampilan tim seni Tulang Bajing, Bujangga Manik Society, Bogor Wanita Berkebaya (BWB), KPJ Merdeka Bogor dan Komunitas Sambu Street yang menampilkan tari, pencak silat, lagu-lagu balada dalam format orkestra musik jalanan.

“Semua ini adalah wujud dari kepedulian para seniman dan budayawan dalam menyuarakan keberpihakan kepada kaum buruh pada Hari Buruh Internasional,” ujar Tohir.

Owner Rumah Budaya HMA, Halimah Munawir Anwar mengatakan, manusia itu hidupnya dimudahkan oleh kinerja para buruh, mulai dari kebutuhan pangan, sandang hingga pap

“Itu tidak lepas dari jasa buruh, baik itu buruh tani, pabrik, rumah tangga, perkantoran dan lain sebagainya,” kata Halimah.

Oleh karena itu, lanjut Halimah, Rumah Budaya HMA membuka ruang untuk berekspresi dan berkreasi bagi para seniman yang ingin mengucapkan kepeduliannya pada kegiatan hari buruh ini.

Empati Kepada Kaum Buruh, Penggiat Seni dan Budaya Berekspresi Lewat Panggung Seni
Penampilan kelompok wanita berkebaya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bantuan rak dan sejumlah buku kepada Taman Baca Putra Bangsa, yang disampaikan kepada Isti Wuryanti sebagai pembina Taman Baca tersebut.

Acara semakin guyub dengan kegiatan makan siang bersama menu nasi liwet yang disambut antusias oleh para seniman dan budayawan

“Selamat Hari Buruh kepada semua kaum buruh tercinta, terus berjuang dan berkarya untuk kesejahteraan dan kebaikan nasib bangsa,” teriak semua yang hadir saat sesi foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *