BOGOR, Kobra Post Online – Diduga jual narkoba warung jamu di Jalan Lodaya Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor ditutup.
Ketua RW 01 Kelurahan Babakan, Abu Bakar mengatakan, penutupan warung jamu itu atas laporan Ketua RT 03 RW 01, Rudi Chandra pada kegiatan Saba RW. Rudi mengadukan adanya warung jamu di Jalan Lodaya yang diduga menjual minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang jenis narkoba.
“Ketua RT 03 menuturkan warung itu juga menjual pempers dan pembalut wanita. Menurutnya jualan jamu dan pempres hanya kedok saja. Ia menduga ada penjualan obat terlarang,” kata Abu kepada Kobra Post Online, Minggu (27/03)..
Lanjut Abu, untuk menyikapi pengaduan dari Ketua RT 03 itu. Bhabinkamtibmas Kelurahan Babakan Aiptu Sudirman bersama Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Kelurahan Babakan TB Obbi Syeptiawan. Sabtu (26/03) malam langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kebenarannya.
Ketua RW 01 yang ikut mendampingi sidak mengungkapkan, saat sidak ke warung jamu. Bhabinkamtibmas dan Kasi Pemtrantib memergoki adanya transaksi yang diduga obat terlarang.
“Sempat terjadi ketegangan, Pak Bhabinkamtibmas berhasil menyita barang bukti yang diduga obat terlarang. Warungnya malam itu juga langsung ditutup. Kasus ini ditangani Polsek Bogor Tengah,” ujar Abu kepada Kobra Post Online, Minggu (27/03).
Selain itu, lanjut Abu, dalam program Saba RW ini ada juga pengaduan dari Ketua RT 01 Dodi Rachman mengenai keberadaan salah satu Cafe di wilayahnya yang meresahkan.
“Ketua RT 01 menyampaikan bahwa Café itu tidak mematuhi kesepakatan awal terkait jam operasional sampai larut malam. Live musik tanpa peredam suara di cafe tersebut sangat mengganggu warga. Bahkan menggangu kegiatan beribadah di Masjid,” ungkapnya.
Baca juga : Koperasi dan UMKM Jadi Potensi Kebangkitan Ekonomi
Untuk mengatasi persoalan ini, Abu menyebutkan, akan ada musyawarah antara pengelola cafe, warga, Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Kantor Kelurahan.
“Nanti kita lihat saja hasil dari musyawarahnya kalau Pak Lurah sudah memanggil pengelola Cafenya,” pungkasnya.












