Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Hardiknas 2026 di Rancabungur: Ini Pesan Penting untuk Guru dan Siswa, Soal Digitalisasi hingga Kesejahteraan

3
×

Hardiknas 2026 di Rancabungur: Ini Pesan Penting untuk Guru dan Siswa, Soal Digitalisasi hingga Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Hardiknas 2026.
Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 tingkat Kecamatan Rancabungur. (Dok. Istimewa).

BOGOR, Kobra Post Online – Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, berlangsung khidmat, Senin (4/5). Momentum ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menyoroti arah baru kebijakan pendidikan nasional.

Upacara yang digelar di halaman kantor kecamatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari tenaga pendidik PAUD hingga SMK, unsur Forkopimcam Rancabungur, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga aparatur desa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua MUI Kecamatan Rancabungur, K.H. M. Yani, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum menentukan arah masa depan pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, yang dilakukan dengan tulus, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik,” ujarnya.

Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara juga kembali ditekankan, melalui konsep among: asah, asih, dan asuh sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Baca juga: Meski WFH, Pelayanan Publik Kecamatan Rancabungur Tetap Maksimal: Warga Terlayani

Sejalan dengan amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program prioritas. Salah satunya adalah pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Ada lima fokus utama kebijakan pendidikan saat ini, yakni percepatan digitalisasi dan revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter siswa, peningkatan literasi dan numerasi, serta pemerataan akses pendidikan yang inklusif.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sehingga menjadi ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.

Di akhir sambutan, ditegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak, didukung pola pikir maju, mental kuat, dan misi yang jelas.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *