Scroll untuk baca artikel
Ekonomi & Bisnis

Heboh! Pekan Panutan Pajak Bogor 2026, Diskon PBB 20%

136
×

Heboh! Pekan Panutan Pajak Bogor 2026, Diskon PBB 20%

Sebarkan artikel ini
Pelayanan pembayaran PBB dan PKB pada Pekan Panutan Pajak Bogor 2026
Warga memanfaatkan layanan pembayaran pajak langsung di lokasi kegiatan.

BOGOR, Kobra Post Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bappenda berkolaborasi dengan Samsat Kota Bogor menggelar Pekan Panutan Pajak Bogor 2026 di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu (4/3/2026).

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD Kota Bogor) melalui optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kegiatan yang mengusung slogan “Bersama Taat, Bersama Hebat, Bersama Patuh, dan Bersama Tumbuh” ini menjadi langkah strategis Pemkot Bogor dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor perpajakan.

Dalam Pekan Panutan Pajak Bogor 2026, masyarakat mendapat berbagai kemudahan, di antaranya diskon PBB 20% awal tahun 2026, layanan pembayaran pajak di tempat, pemeriksaan PKB, operasi Sisir (Opsir) door-to-door, sinkronisasi data pajak berbasis digital.

Program diskon PBB Bogor 20 persen ini diharapkan mendorong wajib pajak untuk segera melunasi kewajibannya.

Dedie A. Rachim: ASN Harus Jadi Teladan di Pekan Panutan Pajak Bogor 2026

Pekan Panutan Pajak Bogor 2026 di Plaza Balai Kota Bogor
Suasana kegiatan Pekan Panutan Pajak Bogor 2026 di Plaza Balai Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) wajib menjadi contoh dalam kepatuhan membayar pajak sebelum mengajak masyarakat luas.

Menurutnya, integritas ASN diuji dari kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, baik PBB maupun PKB.

“ASN dituntut untuk disiplin dan memberikan teladan. Kalau kita ingin menggenjot penerimaan sektor perpajakan, tentu harus diberikan contoh dulu oleh kita, ASN dan seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Itulah mengapa namanya Pekan Panutan,” ujar Dedie.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Kepala Bappenda dan Samsat, masih ditemukan oknum pegawai yang belum sepenuhnya taat pajak, terutama dalam pembayaran PKB dan PBB.

“Jangan mengharapkan orang lain tepat waktu bayar PBB dan PKB kalau kita sendiri tidak taat dan tidak patuh. Hari ini saya bersama Ketua DPRD sudah lebih dulu membayarkan PBB sebagai stimulan bagi yang lain,” tambahnya.

Optimalisasi PAD Lewat Digitalisasi dan Sinkronisasi Data

Untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah, Pemkot Bogor memperkuat strategi sinkronisasi data bersama Kantor ATR/BPN melalui pemanfaatan peta digital.

Langkah ini dilakukan guna memastikan akurasi data pertanahan dan perpajakan, pemantauan perubahan fisik bangunan secara real-time, validitas tagihan PBB-P2, transparansi sistem perpajakan daerah.

Dengan sistem berbasis digital, pemerintah dapat mendeteksi perubahan kepemilikan tanah maupun bangunan yang berdampak langsung pada penyesuaian nilai pajak.

Tak hanya mengandalkan imbauan, Pemkot Bogor juga melakukan tindakan konkret di lapangan, seperti pemasangan plang pengawasan, sosialisasi tarif retribusi terbaru, pendekatan persuasif melalui Opsir, edukasi pajak kepada masyarakat.

Langkah ini bertujuan menciptakan sistem perpajakan yang transparan, adil, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan Kota Bogor.

Melalui Pekan Panutan Pajak 2026, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan berbagai kemudahan pembayaran serta insentif diskon PBB sebesar 20% yang diberikan pada awal tahun.

Pemkot Bogor berharap optimalisasi penerimaan pajak dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *