BOGOR, Kobra Post Online – Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kecamatan Bogor Barat resmi membentuk Forum Komunikasi KKMP Bogor Barat (FORKOM KKMP Bogor Barat) sebagai upaya memperkuat koordinasi dan mendorong dukungan pemerintah bagi pengembangan koperasi di tingkat kelurahan.
Pembentukan forum tersebut dilakukan dalam pertemuan yang digelar di Pendopo 456, Kelurahan Cilendek Timur, pada Minggu (8/3/2026).
Dalam forum tersebut, secara aklamasi H. Dita Mirwandi dari KKMP Curug Mekar ditunjuk sebagai Ketua FORKOM KKMP Bogor Barat.
KKMP Bogor Barat Resmi Bentuk Forum Komunikasi
Pembentukan forum komunikasi tersebut diputuskan melalui rapat yang dipimpin oleh Tim Formatur, dengan Dita Mirwandi sebagai Ketua Tim dan Eko Iriandoko dari KKMP Gunung Batu sebagai Sekretaris Tim.
Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi bagi seluruh KKMP di wilayah Bogor Barat untuk memperkuat sinergi serta memperjuangkan kemajuan koperasi di tingkat kelurahan.
Ketua FORKOM KKMP Bogor Barat, Dita Mirwandi mengatakan bahwa KKMP di wilayah Bogor Barat memiliki semangat yang sama untuk berkembang.
Namun hingga saat ini, menurutnya, keberadaan KKMP di sejumlah kelurahan masih belum berjalan secara efektif.
“KKMP se-Kecamatan Bogor Barat bersatu untuk kemajuan bersama. Semangat ini lahir dari kesamaan perjuangan dalam mengembangkan KKMP di masing-masing kelurahan yang sampai saat ini belum berjalan efektif,” ujar Dita.
Dita menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebenarnya memiliki dasar kuat dari pemerintah pusat. Program tersebut berlandaskan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 25 dan 17 Tahun 2025.
Namun menurutnya, dukungan yang tertuang dalam kedua instruksi presiden tersebut belum dirasakan secara konkret oleh pengurus koperasi di daerah.
Akibatnya, keberadaan KKMP di Kota Bogor, khususnya di wilayah Bogor Barat, dinilai masih berjalan stagnan.
FORKOM KKMP Bogor Barat Diharapkan Jadi Jembatan Komunikasi
Dita menyebutkan bahwa pada awal pembentukan KKMP di Indonesia, program tersebut dinilai cukup menjanjikan karena adanya skema bantuan dan dukungan dari pemerintah.
Namun perubahan skema dukungan yang terjadi membuat sebagian pengurus koperasi merasa kurang mendapatkan kepastian.
Hal tersebut bahkan membuat sejumlah KKMP bersikap apatis terhadap perkembangan program tersebut.
Karena itu, pembentukan forum komunikasi dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dan memperjuangkan keberlangsungan program koperasi.
“Harapannya ke depan FORKOM KKMP Bogor Barat bisa menjadi pionir untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari lurah, camat, dinas terkait, wali kota hingga DPRD Kota Bogor,” pungkasnya.
Baca juga: Kota Bogor Siap Operasikan Koperasi Kelurahan Merah Putih












