BOGOR, Kobra Post Online – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor menggelar Gebyar Gema Stunting (Gerakan Umat Beragama Peduli Stunting) di Auditorium Universitas Nusa Bangsa, Senin ( 30/6/2025).
Kegiatan Gebyar Gema Penting ini dihadiri seluruh lurah dan camat se-Kota Bogor, para lembaga agama, jajaran Universitas Nusa Bangsa, ICMI Orda Kota Bogor, PT Kalbe Milko, dan yang lainnya.

Baca juga: DPPKB Kota Gelar Adujak GenRe Kota Bogor 2025, Ini Pemenangnya
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera (PPKS) pada DPPKB Kota Bogor, H. Arief Rachman Badrudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan pada masing-masing lembaga agama seperti MUI, ICMI, Paroki Katedral, Makin, BGIS, Majelis Buddhayana Indonesia, dan yang lainnya dapat berkontribusi serta berkomitmen dalam membantu penanganan stunting di Kota Bogor.
“Jadi, masing-masing lembaga agama ini sudah melakukan penandatanganan MoU pada 9 Maret 2025 lalu di Botani Square. Jadi, kelanjutannya dari kegiatan itu, hari ini kami membagikan bantuan berupa susu dari PT Kalbe Milko kepada para lembaga agama. Nantinya mereka akan membagikan kepada keluarga berisiko stunting,” kata Arief kepada Kobra Post Online disela-sela kegiatan.

Baca juga: Kantong Lober, Upaya Kota Bogor Percepat Penanganan ODF dan Stunting
Menurut Arief, angka risiko stunting tahun 2025 di Kota Bogor cukup tinggi yakni mencapai 42.920. Maka dari itu, pihaknya berkolaborasi bersama lembaga-lembaga keagamaan guna menekan angka stunting di Kota Bogor.
“Di samping itu, tujuan diadakannya Gebyar Gema Penting ini juga kami ingin membuktikan bahwa Kota Bogor ini bertoleransi. Jadi, kami ingin melepas sekat-sekat agama untuk kaitan kemanusiaan, maka kami berkolaborasi penuh dan bersinergi untuk mengatasi stunting,” jelasnya.






