Lebih lanjut, Erwedi menyampaikan, selama di dalam Lapas, para napi teroris telah diberikan pembinaan kepribadian dan kemandirian yang terbaik sebagai bekal ketika selesai menjalani pidana.
“Hidroponik dan bioflop juga menjadi salah satu dari beberapa alternatif yang kami kembangkan untuk pembinaan mereka,” tambahnya.
Baca juga: Pelaku Penculikan 11 Anak Ternyata Mantan Napi Terorisme
Di sisi lain, salah satu narapidana teroris Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, berinisial Z Bin Kholid AB menyatakan, bahwa dirinya siap untuk menjadi relawan bagi narapidana lain yang ingin mandiri dalam hidupnya.
Ia juga mengaku menyesal atas perbuatannya yang ingin melaksanakan jihad di Suriah.
“Semoga ke depan kita semua yang berada di sini diberikan petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Esa dan senantiasa mendapat rahmat,” ucapnya.







