Samson menambahkan, tidak sekedar administrasi kependudukannya, peserta transmigrasi ini juga telah dibantu untuk pengurusan pemindahan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.
“Kami juga ikut memindahkan sekolah anak-anaknya ke Mamuju. 5 KK ini berbeda-beda profesi. Ada yang sebelumnya driver ojek online, sopir angkot dan pekerja serabutan. Di Mamuju Tengah mereka akan mendapatkan 1 hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tahun pertama, tahun ketiga mendapatkan 2 hektar, tahun kelima sertifikat keluar,” jelasnya.
Lahan tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan peserta transmigrasi untuk pertanian.
“Di sana mereka akan bertani. Kebetulan iklim daerah yang dituju itu sama seperti daerah Puncak, Bogor. Jadi, mereka akan bertani palawija. Meski latar belakang sebelumnya bukan petani, mereka sudah diberikan pelatihan pertanian selama dua minggu di Cianjur,” katanya.
Baca juga : Koperasi CMB Bantu Lapas Cikarang Tebar 500 Kg Bibit Ikan Patin
Untuk kebutuhan tempat tinggal, peserta transmigrasi asal Kota Bogor sudah disiapkan tempat tinggal yang jauh lebih nyaman dari tiga tahun sebelumnya.
“Karena sekarang disana mereka mendapatkan rumah yang sudah tembok permanen dan alat-alat rumah tangga kita penuhi semua. Layak sekali, karena pakai tipe 36 untuk rumah. Sudah ada akses jalan, air bersih dan tiang listrik sudah ada artinya listrik akan masuk. Sementara kami fasilitasi genset dulu. Untuk kebutuhan hidup kami berikan selama 12 bulan,” bebernya.
Sebelumnya, sejak 2010 sudah ada 13 KK yang diberangkatkan dalam program transmigrasi ini, seperti ke wilayah Kalimantan dan Lampung.
“Yang memberikan jaminan hidup itu sistimnya sharing biaya, ada dari Kementerian, daerah tujuan dan daerah asal. Untuk mendapatkan program ini harus berdasarkan kuota dari Kementerian. Tahun depan akan kami berangkatkan 2-3 KK tergantung kuota yang diberikan. Yang siap ada 10 KK dari Kota Bogor,” pungkasnya.
Reporter : Iful Saepulloh
Editor : Rangga A.






