Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018

873
×

Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018

Sebarkan artikel ini

Awasi Sembilan Kawasan KTR, Giatkan Tipiring dan Sidak

Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018

Lebih jauh Ika menerangkan, seiring kemajuan zaman dan teknologi, Pemkot merevisi Perda tersebut pada 2018 dengan beberapa poin penting yang direvisi, diantaranya memasukkan definisi rokok elektrik seperti vape dan shisha sebagai salah satu bentuk produk rokok.

Selain itu revisi juga mengatur penyediaan ruang merokok di tempat kerja dan tempat umum serta persyaratannya, yakni menambah larangan penjualan rokok bagi anak di bawah usia 18 tahun, melarang iklan, promosi dan sponsorship rokok dalam bentuk apapun di Kota Bogor. Pada regulasi baru tersebut juga menambahkan kewajiban pengelola melakukan pengawasan internal atau  membentuk satgas internal dan meniadakan asbak.

Pemkot Bogor juga melakukan kajian untuk mengantisipasi terhadap kondisi terbaru salah satunya melalui survei perilaku merokok dan implementasi Perda KTR pada anak sekolah di 30 sekolah Kota Bogor pada 2019. Survei tersebut  bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. (Lihat grafis,red) 

//Grafis//

Dari hasil survei tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Responden Kelas 8 dan 12: 44% perempuan, 56% laki-laki;
  • Usia pertama kali merokok: 12,8 tahun;
  • Pernah merokok konvensional: 32%;
  • Pernah merokok VAPE: 30,8%;
  • Saat ini masih merokok: 21,4%;
  • Saat ini masih merokok VAPE: 18%;
  • 22.2% dari responden menghabiskan uang jajan Rp 11.000 untuk rokok dan ini masih terjangkau karena uang saku rata-rata remaja ini adalah lebih besar dari Rp 11.000;
  • 17% responden membeli rokok di warung, 2% membeli rokok di minimarket.

Menurut Ika, saat ini industri rokok semakin kreatif memanipulasi melalui berbagai kegiatan iklan, promosi, sponsor, kegiatan CSR, serta dengan memunculkan berbagai bentuk produk rokok dan variasi aneka rasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *