Lanjut Alwi menjelaskan, semaan adalah tradisi membaca dan mendengarkan Al-Qu’ran di kalangan pondok pesantren.
“Kalau Khotmil Qur’an yaitu menghatamkan Al-Qur’an,” terangnya.
Sedangkan Ruwahan, sambungnya, sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan puasa. Anak selalu mendatangi orang tuanya, atau yang muda mendatangi yang lebih tua untuk meminta maaf.
“Biasanya sambil berkunjung kepada orang tua atau yang lebih tua memberikan hadiah atau bingkisan sebagai ucapan terima kasih karena telah mendidiknya,” ujarnya.
Baca juga : Kerugian Kebakaran Kampung Cingcau Bogor Tengah Rp1 Miliar

Lalu bagaimana kalau kepada yang sudah meninggal ? pimpinan pondok pesantren Al Alawiyah itu mengatakan, tentunya kepada orang tua atau sesepuh hanya bisa mendo’akan.
“Istilahnya kalau dalam bahasa Sunda kirim puji untuk Almarhum dan Almarhumah yang sudah meninggal dunia,” imbuhnya.












