Dalam acara pencanangan Gerakan Bulan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posbindu Melati 1, Kelurahan Curug, Rabu (15/6/2022), Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan tentang pentingnya setiap orang berikhtiar menjaga kesehatan. Menurutnya hal itu juga berkaitan erat dengan upaya memberikan manfaat kehidupan sebaik-baiknya bagi orang lain. Juga meningkatkan harapan hidup seseorang.
Di Indonesia angka harapan hidup terus meningkat. Data menunjukan, angka harapan hidup Kota Bogor mencapai 73,61, atau sedikit lebih tinggi dibanding angka harapan hidup Indonesia yang mencapai 73,5. Data lain menunjukkan, usia laki-laki lebih pendek daripada usia perempuan. Hal itu bisa dilihat ketika pandemi Covid-19 masih tinggi, mayoritas yang meninggal adalah laki-laki.
Baca juga : Waspada Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Menurut Bima, angka harapan hidup ditentukan tiga hal, yaitu gaya hidup, akses terhadap fasilitas kesehatan dan status sosial.
“Gaya hidup itu sangat menentukan dan mempengaruhi banyak hal. Status sosial ada di nomor tiga tapi belum tentu orang yang berkecukupan, kaya dan berlebihan itu panjang umur dan mereka yang tidak punya, juga belum tentu akan panjang umur,” ungkap Bima.
“Jadi ikhtiar kita adalah memperbaiki tiga hal tadi. Diperbaiki semua, gaya hidup adalah yang paling susah dan mindset memiliki peran yang cukup penting. Namun yang perlu juga untuk disadari adalah tidak semua orang paham terkait dengan kultur, menjadi perjuangan berat kita. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak semua, melibatkan semua dari yang usia dini hingga para lansia, yang menjadikan siklus yang panjang sekali,” paparnya.

Bima Arya menjelaskan, di atas kertas semakin dini berkehidupan sehat akan semakin panjang usia dan jika semakin telat maka akan semakin susah. Bahkan, untuk membiasakan olahraga dan bangun pagi pun menjadi hal yang tidak mudah. Apalagi jika melihat pola anak muda saat ini yang suka begadang dengan gawai di tangan bisa mengakses banyak hal.
Untuk tiga hal yang disebutkan, maka perlu terus diedukasi termasuk pola asuh dan sebagainya. Untuk akses pelayanan kesehatan terus diperbaiki dengan cara turun semua, berkolaborasi dan menjemput semua. Untuk status sosial, ikhtiar yang dilakukan dengan meningkatkan terus kondisi ekonominya. Jadi seperti pepatah yang mengatakan, untuk urusan kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. (Advertorial)












