SDN Purbasari Gelar Pemilihan Ketua Komite Sekolah, Rani Sopihati Unggul

SDN Purbasari
Kepala SDN Purbasari bersama Pengawas SD Kecamatan Bogor Barat dan tiga kandidat. (Foto:. Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – Suasana demokrasi terasa hangat dalam pemilihan Ketua Komite Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purbasari, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang digelar pada Kamis (22/1) di aula lapangan sekolah setempat.

Sebanyak tiga kandidat dari kalangan wali murid bersaing memperebutkan posisi strategis dalam struktur komite. Ketiga kandidat tersebut di antaranya Nurhasanah Febrilianti, Rani Sopihati, dan Fenty Pranitha.

Menariknya, pemilihan ketua komite ini dilakukan secara langsung oleh wali murid yang hadir. Jadi, mereka satu persatu mencoblos jagoannya masing-masing dibalik bilik suara.

Hasil pemilihan menetapkan Rani Sopihati sebagai ketua komite terpilih setempat memperoleh 91 suara.

SDN Purbasari
Kepala SDN Purbasari, Nina Rodiana (kiri), Pengawas SD Kecamatan Bogor Barat, Herman Suherman (kanan).
Baca juga: Penutupan Sanlat, SDN Malabar Santuni 21 Anak Yatim 

Kepala SDN Purbasari, Nina Rodiana, menyampaikan bahwa dengan terpilihnya Rani Sopihati diharapkan dapat membawa perspektif baru dan jejaring yang lebih luas dalam mendukung program-program SDN Purbasari.

“Jadi, ketua komite terdahulu itu mengundurkan diri. Maka hari ini kami melaksanakan pemilihan secara demokrasi, dan kebetulan (pemilihan langsung) baru dilakukan di SDN Purbasari,” kata Nina kepada Kobra Post Online di ruang kerjanya.

Nina juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan kolaborasi dengan jajaran komite baru di bawah kepemimpinan Rani Sopihati.

“Kerja sama yang harmonis antara komite, guru, dan wali murid sangat krusial dalam mencapai tujuan pendidikan yang optimal,” ucapnya.

sdn purbasari
Baca juga: Program Satu Hektare Hutan Kota: Kecamatan Rancabungur Bersama Bapperida Kabupaten Bogor Tanam 600 Pohon di Rawayan

Pengawas SD Kecamatan Bogor Barat, Herman Suherman, turut hadir menyaksikan jalannya proses pemilihan. Ia menilai kegiatan ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Salah satu aturannya yaitu pemilihan secara demokratis, ada sistem pemilihan, dan dipilih oleh seluruh warga dari perwakilan orang tua. Alhamdulillah pemilihan ketua komite berlangsung demokratis, transparan, serta akuntabel, ” ungkapnya.

Ia berharap, setelah proses pemilihan selesai, ketua komite terpilih agar segera membentuk tim formatur. “Kita tidak mengintervensi lebih jauh, karena itu adalah hak otoritas komite. Jadi silahkan mereka bentuk tim formatur, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara,” kata Herman mengakhiri.