Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Rotasi Pejabat Pemkot Bogor 2026: 245 Pejabat Dimutasi, Kepala Bapenda Resmi Berganti

263
×

Rotasi Pejabat Pemkot Bogor 2026: 245 Pejabat Dimutasi, Kepala Bapenda Resmi Berganti

Sebarkan artikel ini
Rotasi Pejabat Pemkot Bogor 2026 pelantikan Kepala Bapenda Abdul Wahid

Rotasi Pejabat Pemkot Bogor Libatkan 245 Jabatan Strategis

BOGOR, Kobra Post Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melaksanakan Rotasi Pejabat Pemkot Bogor pada Rabu, 11 Februari 2026. Sebanyak 245 pejabat terdampak dalam kebijakan penyegaran organisasi tersebut.

Rotasi ini mencakup pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, hingga kepala puskesmas. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari penguatan kinerja birokrasi dan percepatan pelayanan publik.

Langkah Rotasi Pejabat Pemkot Bogor tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi jabatan yang telah diemban selama tiga hingga lima tahun.

Kepala Bapenda Bogor Resmi Diganti

Dalam agenda Rotasi Pejabat Pemkot Bogor, salah satu jabatan strategis yang mengalami pergantian adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor.

Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Deni Hendana kini resmi dijabat oleh Abdul Wahid, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Bogor.

Pergantian Kepala Bapenda ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta optimalisasi anggaran pembangunan Kota Bogor tahun 2026.

Dengan adanya Rotasi Pejabat Pemkot Bogor ini, diharapkan pengelolaan pendapatan daerah semakin efektif dan transparan.

Dedie Rachim Tekankan Peningkatan Pendapatan Daerah

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian mereka. Ia menegaskan bahwa Rotasi Pejabat Pemkot Bogor merupakan bagian dari strategi memperkuat sumber daya manusia (SDM).

“Saya berharap kepada Abdul Wahid untuk segera melakukan langkah perbaikan, pembenahan, serta peningkatan pendapatan agar target capaian Pemkot Bogor dapat terealisasi,” ujar Dedie.

Menurutnya, peningkatan pendapatan daerah sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta program kesejahteraan masyarakat.

Dampak Rotasi terhadap Target PAD 2026

Dalam konteks fiskal daerah, Rotasi Pejabat Pemkot Bogor memiliki implikasi langsung terhadap pencapaian target PAD 2026. Optimalisasi pajak daerah, retribusi, serta digitalisasi sistem pembayaran menjadi tantangan utama Bapenda.

Penguatan sistem administrasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi fokus yang harus segera dilakukan. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian publik.

Jika strategi berjalan efektif, rotasi ini diyakini dapat meningkatkan stabilitas keuangan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Apakah Sertifikat Tanah Bisa Dibatalkan? Ini Dasar Hukumnya Menurut Undang-Undang

Lurah Diminta Lebih Dekat dengan Warga

Dalam momentum Rotasi Pejabat Pemkot Bogor, Dedie juga menegaskan peran lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Ia meminta para lurah lebih mengenal kondisi warga secara mendalam, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, warga sakit, dan masyarakat kurang mampu.

“Lurah adalah wali kota kecil di wilayahnya. Tidak perlu menunggu viral untuk bertindak. Kenali warga secara langsung dan koordinasikan dengan puskesmas,” tegasnya.

Pendekatan proaktif ini diharapkan membuat masyarakat merasakan kehadiran pemerintah hingga tingkat lingkungan terkecil.

Tugas Nasional: Lingkungan, PKL, dan Transportasi

Selain penyegaran organisasi, dalam Rotasi Pejabat Pemkot Bogor ini juga disampaikan sejumlah arahan strategis, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta pembenahan sistem transportasi.

Ketiga sektor tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan secara bertahap demi meningkatkan kualitas tata kelola kota.

Rotasi sebagai Penyegaran Organisasi

Dedie menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari tour of duty yang bertujuan menyehatkan organisasi.

Dengan adanya Rotasi Pejabat Pemkot Bogor, diharapkan terjadi peningkatan efektivitas birokrasi serta percepatan realisasi program prioritas daerah.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 62 Pejabat Pemkot Bogor Terkena Rotasi dan Mutasi. Ini Pejabat yang dilantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *