Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Penting 7 Pola Makan Penderita Diabetes dan Hipertensi

2305
×

Penting 7 Pola Makan Penderita Diabetes dan Hipertensi

Sebarkan artikel ini
pola makan penderita diabetes dan hipertensi

Jika Anda mengidap diabetes sekaligus hipertensi, perawatannya tidak hanya minum obat saja. Kedua penyakit ini sangat berkaitan erat dengan gaya hidup, misalnya konsumsi makanan tinggi gula atau garam. Kebiasaan ini bisa memicu gejala penyakit itu kambuh.

Oleh karenanya, Anda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat dan sesuai dengan kondisi yang Anda miliki. Berikut 7 pola makan penderita diabetes dan hipertensi:

7 pola makan penderita diabetes dan hipertensi

1. Mengatur Isi Piring

Untuk mengatur isi piring, pada pola makan penderita diabetes dan hipertensi bisa meniru konsep makan model T. Coba Anda perhatikan gambar di atas, garis pembatas jenis makanannya membentuk huruf T.

Isilah setengah piring Anda dengan pisang dan sayur tumis brokoli. Kemudian, seperempat bagian di isi dengan protein tanpa lemak seperti ikan panggang, kacang, atau ayam.

Lalu, seperempat sisanya di isi dengan nasi merah atau makanan pengganti nasi lainnya. Menu makanan untuk penderita diabetes dan hipertensi bisa Anda kreasikan sesuai selera agar Anda tidak bosan.

Jangan hanya mengandalkan menu makan yang itu-itu saja karena zat gizi yang di dapat jadi tidak bervariasi.

Di lain sisi, Anda juga akan bosan dan khawatir malah melampiaskan dengan makan makanan yang tidak sehat.

2. Perbanyak Asupan Serat

Pola makan penderita diabetes dan hipertensi haruslah diperkaya dengan menu makanan berserat tinggi.

Tubuh tidak mudah mencerna serat, sehingga melancarkan sistem pencernaan tanpa menyebabkan kadar gula darah tinggi.

Inilah mengapa makanan tinggi serat umumnya dapat membantu mengontrol gula darah tetap stabil, mencegah sembelit, menurunkan kolesterol, serta mengatasi berbagai masalah gangguan pencernaan.

Serat banyak ditemukan pada makanan nabati seperti buah, sayur, dan bijian-bijian. Itu sebabnya, jangan lupa selalu tambahkan asupan serat ke dalam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Untuk biji-bijian, target Anda adalah untuk makan tiga sampai lima porsi biji-bijian setiap hari, dan setidaknya setengah dari porsi biji-bijian tersebut adalah gandum utuh.

Untuk menu diet penderita diabetes dan hipertensi, Anda bisa menyiapkan menu makanan berikut ini.

  • Setengah gelas nasi merah.
  • Setengah gelas sayur matang.
  • Dua potong ukuran kecil daging ayam tanpa kulit.
  • Lengkapi juga dengan satu buah pisang untuk cuci mulut.

3. Menggunakan Bumbu yang Baik

Selanjutnya, mengatur pola makan penderita diabetes dan hipertensi yang perlu Anda perhatikan adalah penggunaan garam dalam makanan karena penyakit tekanan darah tinggi.

Anda tidak boleh mendapatkan lebih dari 1.500 miligram natrium per hari, yaitu kurang dari satu sendok teh garam untuk seluruh makanan yang Anda konsumsi dalam sehari.

Ketimbang menggunakan garam, bumbui masakan Anda dengan jeruk nipis, bawang putih, jahe, cabai, oregano, atau jinten untuk memperkaya rasanya.

Selain membuat makanan lebih nikmat, penggunaan rempah-rempah tersebut juga akan memberikan manfaat kesehatan untuk Anda.

Selain garam, sebaiknya juga tidak menggunakan tambahan gula. Ini karena penderita perlu membatasi asupan kalorinya maksimum 1.500 kkal per hari.

Nah, kalori ini tidak hanya terdapat dari gula saja, tapi juga makanan lain, seperti daging, buah, dan sayur. Jika menambahkan gula khawatir bisa melebihi asupan gula untuk diabetes yang disarankan.

Jadi, sebaiknya pastikan membuat menu makanan sendiri, sehingga Anda bisa mengatur banyaknya penggunaan garam dan gula.

4. Pentingnya Asupan Kalium

Tidak hanya memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung gula dan garam saja. Pola makan penderita diabetes dan hipertensi, salah satunya mineral, yakni kalium juga perlu terpenuhi asupan hariannya. Kalium dapat mengurangi efek sodium yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah.

Pisang baik untuk penderita diabetes dan menjadi sumber kalium yang menyehatkan penderita hipertensi. Begitu juga melon, brokoli, wortel mentah, kacang, kentang, roti gandum, dan kacang-kacangan.

Namun, pada penderita yang mengalami komplikasi diabetes, seperti nefropati diabetik, terlalu banyak kalium justru dapat membuat masalah ginjal menjadi lebih buruk.

Tanyakan pada dokter jika perlu untuk membatasi berapa banyak kalium yang Anda perlukan, agar pola makan untuk diabetes dan hipertensi yang Anda terapkan tidak salah.

5. Hindari Makanan Tinggi Lemak

Dalam mengatur pola makan penderita diabetes dan hipertensi lainnya yaitu hindari lemak trans alias minyak terhidrogenasi parsial yang terdapat dalam makanan yang di goreng dan di panggang.

Selain itu, jangan lupa batasi asupan lemak jenuh, yang sebagian besar terdapat di potongan lemak daging dan produk susu lemak.

Ini karena keduanya dapat meningkatkan kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung.

Sesekali, Anda boleh saja mengonsumsi makan tak sehat. Hanya saja, pastikan Anda mengontrol porsinya.

Jika Anda ingin makan es krim, Anda bisa memesan yang ukuran kecil. Ingin makan kue? Bagi dualah dengan pasangan atau teman Anda.

Bagaimana saat makan di restoran fast food? Jangan pesan kentang goreng dan gantilah dengan salad.

6. Batasi Kopi

Kafein dapat meningkatkan gula darah dan tekanan darah. Oleh karena itu, jika Anda memang penggemar kopi, perlu memahami aturan sehat dalam mengonsumsinya.

Jika Anda memiliki gula darah atau tekanan darah yang tinggi setelah minum kopi, batasi asupan kafein Anda menjadi 200 miligram, sekitar 2 cangkir kopi per hari.

Hindari cara menyeduh kopi menggunakan french press atau espresso, namun pilihlah kopi yang di buat dengan kertas filter.

Kertas filter akan menyerap senyawa berminyak di biji kopi yang di sebut cafestol, yang dapat meningkatkan kolesterol.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk beralih ke kopi tanpa kafein karena beberapa penelitian menunjukkan hal itu dapat mengurangi gula darah.

7. Kurangi Alkohol

Sebenarnya bukan hanya memperhatikan pola makan saja, tapi minuman juga. Bir, wine, dan cocktail juga mengandung gula dan akan menyebabkan kadar gula darah, tekanan darah, serta trigliserida meningkat.

Tidak hanya itu, alkohol juga merangsang nafsu makan dan dapat menyebabkan Anda makan berlebihan. Untuk itu, membatasi semua jenis minuman tersebut adalah kuncinya.

Bagi pria, Anda harus membatasi diri menjadi maksimal 2 gelas alkohol per hari. Sementara wanita, batasi konsumsi alkohol maksimal 1 gelas per hari.

Demikian 7 pola makan penderita diabetes dan hipertensi yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Waspadai Gejala Radang Usus Berbahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *