Penertiban PETI Akibatkan Banyak Warga Tak Makan

oleh -1.881 views
Penertiban PETI, Akibatkan Banyak Warga Tak Makan
Foto Ilustrasi : Gunung Gede Sukajaya, Kabupaten Bogor

BOGOR, Kobrapostonline.com – Penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) diwilayah Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan oleh jajaran Kepolisian Polres Bogor dan Polda Jabar mengakibatkan banyak warga yang tidak makan. Hal tersebut dikeluhkan oleh segenap Kepala Desa (Kades) di Sukajaya Kabupaten Bogor.

Seperti diungkapkan Somad Kepala Desa (Kades) Sukamulih Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, mengeluh karena banyak warganya yang melapor ke kantor desa lantaran sudah tidak dapat beraktifitas lagi di sekitar Gunung Gede, Sukajaya.

“Saya sebagai Kades merasa keberatan atas adanya operasi PETI. Karena 70 persen warga saya mengais rezekinya disitu sebagai tenaga kasar, yakni kuli panggul,” kata Somad, Senin (10/02).

Jaro Somad sapaan akrabnya menambahkan, aktifitas penambang emas tanpa izin sudah berjalan sekian lama. Tapi Pemerintah seakan sama sekali tidak peduli dengan nasib rakyat.

“Pemerintah tidak pernah memberikan solusi atau jalan keluar untuk usaha mereka, yang akhirnya semua warga lari ke saya. Pak, bagaimana nasib saya. Saya dan keluarga sudah tidak makan, karena gak bisa usaha digunung lagi, tanya mereka,” ungkapnya.

Kades itu berharap, semoga Aliansi Jurnalis Independent Bogor Barat (AJIBB) dapat menyampaikan aspirasi masyarakat ke DPRD Kabupaten Bogor tentang nasib warga pasca penertiban PETI.

“Saya berharap ada yang bisa memfasilitasi aspirasi masyarakat ini, untuk bisa duduk bareng dengan anggota DPRD Kabupaten Bogor. Agar, dapat beraudiensi dan menyampaikan keluhan serta mencari jalan keluarnya,” pungkas Somad.

Baca juga : Wabup Sukabumi Sambut Baik Keberadaan Buper Cidahu

Ditempat yang sama, Kades Sipayung Iyus pun menuturkan hal yang sama, yakni masyarakat berbondong – bondong ke kantor desa untuk mempertanyakan nasib hidupnya.

“Tanggapan saya sama dengan Kades Sukamulih. Memang sebelum adanya penertiban, warga saya tentram dan nyaman. Perekonomian juga stabil, tidak seperti pasca penertiban, banyak keluhan dari warga soal kebutuhan hidup,” tandas Iyus.

Reporter : Andres

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *